Tentang Studi Kasus Lagi …


Assalamu’alaikum …

Tambahan dari postingan sebelumnya …

MENULIS “LAPORAN” STUDI KASUS

Pelaporan studi kasus bisa menggunakan bentuk tertulis ataupun lisan. Terlepas dari bentuknya, langkah yang perlu diikuti dalam proses penyusunannya ialah mengidentifikasi sasaran laporan, mengembangkan susunan karangan dan mengikuti prosedur tertentu.

Sayangnya, hanya sedikit orang yang teringatkan secara dini mengenai persoalan yang muncul di akhir pendesainan dan pengerjaan studi kasus ini. Namun demikian, peneliti yang cerdik akan memulai penulisan laporan studi kasusnya bahkan sebelum pengumpulan dan analisis datanya diselesaikan. Secara umum, apakah “laporan” tersebutmengambil bentuk tertulis, lisan ataukah gambar.

Tujuan bab ini bukanlah mengulangi pelajaran – pelajaran umum ini, walaupun hal tersebut dapat diaplikasikan pada studi kasus. Pelajaran tersebut memang penting bagi semua bentuk tulisan laporan penelitian dan mendeskripsikan di sini akan mengalahkan tujuan memberikan informasi spesifik untuk studi kasus. Tujuannya memberikan garis besar aspek penulisan laporan studi kasus, seperti :

  • Audiens studi kasus
  • Jenis laporan studi kasus
  • Susunan ilustratif untuk karangan studi kasus
  • Prosedur yang perlu diikuti dalam pengerjaan laporan studi kasus sebagai konklusinya
  • Perkiraan pada karakteristik tumpukan studi kasus

PROSEDUR PENGERJAKAN LAPORAN STUDI KASUS

Setiap orang hendaknya mempunyai serangkaian prosedur yang telah dikembangkan dengan baik untuk menganalisis data ilmu sosial dan untuk menyusun laporannya. Dalam kaitan ini, laporan studi kasus tak banyak berbeda dari laporan lainnya. Tetapi, tiga prosedur penting patut mendapat perhatian lebih lanjut. Yang pertama berkenaan dengan taktik umum untuk memulai suatu laporan, yang kedua mencakup persoalan apakah membiarakan kasus tersebut untuk mengidentifikasi persoalan yang tidak berurutan dan yang ketiga mendeskripsikan suatu prosedur tinjuan ulang guna meningkatkan validitas konstruk suatu studi kasus.

Kapan dan Bagaiaman Memulai Penulisan

Prosedur yang pertama adalah memulai penulisan di awal proses analisis. Semenjak permulaan suatu penelitian, bagian tertentu laporannya akan selalu bisa ditulis walaupun masih dalam bentuk naskah dan penulisan draft ini hendaknya dilakukan bahkan sebelum pengumpulan dan analisis data diselesaikan.

Bagian metodologi juga bisa dikonsep pada tahap ini karena prosedur utama untuk pengumpulan dan analisis data seharusnya menjadi bagian dari desain studi kasus. Bagian ini bahkan bisa tidak menjadi bagian resmi dari narasi tetapi didesain sebagai apendiks, apakah bagian teks atau apendiks tetapi bagian metodologi bisa didraftkan pada tahap permulaan ini.

Identifikasi Kasus : Nyata atau Tersamar?

Hampir setiap studi kasus menghadapkan seorang peneliti kepada suatu pilihan tentang keadaan tanpa nama dari kasusnya. Haruskah studi kasus dan para informannya teridentifikasi secara akurat atau haruskah nama – nama dari keseluruhan kasus dan partisipannya tersamar? Catatlah bahwa isu keadaan tanpa nama dapat dimunculkan pada dua tingkat, yaitu keseluruhan kasus dan perorangan di dalam suatu kasus.

Pada keadaan dimana tanpa nama tampak bisa ditolerir, namun demikian kompromi lain hendaknya diupayakan terlebih dahulu. Sebagai contoh, peneliti harus menentukan apakah tanpa nama dari individu itu sendiri sudah mencukupi sehingga studi kasus itu bisa lebih dikenali secara cepat. Kompromi yang kedua yaitu menghindari sudut pandang atau komentar tertentu yang tertuju ke perorangan, yang sekali lagi memungkinkan kasus tersebut untuk diidentifikasi secara tepat. Untuk studi multi kasus, kompromi yang ketiga menghindari penulisan laporan kasus tunggal dna hanya menulis analisis lintas kasus.

4 Comments Add yours

  1. julianusginting berkata:

    mengamankan posisi pertamax…. 🙂

  2. lalangsenja berkata:

    Saya seperti mendapat 1sks nih 🙂

    salam kenal

    1. Shafiqah Treest berkata:

      hehehe …

      salam kenal juga … ^_^

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s