Studi Kasus


Assalamu’alaikum …

Hmm … syukron ya buat mbak XXX yang udah request via email ane …

Oke, ane posting tentang studi kasus niy. Mudah – mudahan sesuai dengan apa yang diinginkan. Bila ada yang kurang atau tidak berkenan, silakan email ane kembali.

Berikut ini postingannya …

MENYELENGGARAKAN STUDI KASUS :

PELAKSANAAN PENGUMPULAN DATA

Bukti atau data keperluan studi kasus bisa berasal dari enam sumber, yaitu : dokumen, rekaman arsip, wawancara, pengamatan langsung, observasi partisipan dan perangkat – perangkat fisik. Penggunaan keenam sumber ini memerlukan keterampilan dan prosedur metodologis yang berbeda – beda.

Selain sumber – sumber individual di atas, ada beberapa prinsip yang perlu diperhatikan dalam pengumpulan data studi kasus. Hal itu mencakup penggunaan : (1) berbagai sumber bukti – yaitu bukti dari dua atau lebih sumber, tetapi menyatu dengan serangkaian fakta atau temuan yang sama, (2) data dasar – yaitu kumpulan formal bukti yang berlainan dari laporan akhir studi kasus yang bersangkutan, dan (3) serangkaian bukti – yaitu keterkaitan yang eksplisit antara pertanyaan – pertanyaan yang diajukan, data yang terkumpul dan konklusi – konklusi yang ditarik. Pengacuan terhadap prinsip-prinsip ini akan menigkatkan kualitas substansial studi kasus yang bersangkutan.

Sekali lagi, enam sumber bukti yang dapat dijadikan fokus bagi pengumpulan data studi kasus adalah : dokumen, rekaman arsip, wawancara, observasi langsung, observasi pemeran serta, dan perangkat fisik. Masing – masing teknik – teknikpengumpulan data tersebut akan disarikan sebagai berikut.

Dokumentasi

Terkecuali untuk penelitian tentang masyarakat yang belum mengenal baca – tulis, informasi dokumenter tentunya relevan untuk setiap topik studi kasus. Tipe informasi ini bisa menggunakan berbagai bentuk dan hendaknya menjadi obyek rencana – rencana pengumpulan data yang eksplisit. Sebagai contoh, pertimbangkan jenis dokumen – dokumen berikut ini :

  • Surat, memorandum dan pengumuman resmi
  • Agenda, kesimpulan – kesimpulan pertemuan dan laporan peristiwa tertulis lainnya
  • Dokumen – dokumen administratif – proposal laporan kemajuan dan dokumen – dokumen intern lainnya
  • Penelitian – penelitian atau evaluasi resmi pada situs yang sama
  • Kliping – kliping baru dan artikel lain yang muncul di media massa

Rekaman Arsip

Pada banyak studi kasus, rekaman arsip – seringkali dalam bentuk komputerisasi – bisa merupakan hal yang relevan. Ini meliputi :

  • Rekaman layanan, seperti jumlah klien yang dilayani dalam suatu periode waktu tertentu
  • Rekaman keorganisasian, seperti bagan dan anggapan organisasi pada periode waktu tertentu
  • Peta dan bagan karakteristik geografis suatu tempat
  • Daftar nama dan komoditi lain yang relevan
  • Data survai, seperti rekaman atau data sensus yang terkumpul sebelumnya di sekitar situs
  • Rekaman pribadi, seperti buku harian, kalender dan daftar nomor telepon

Rekaman arsip ini dan lainnya dapat digunakan bersama – sama dengan sumber – sumber informasi yang lain dalam pelaksanaan studi kasus. Namun demikian, tak seperti bukti dokumenter, kegunaan rekaman arsip akan bervariasi pada satu studi kasus dan lainnya. Pada beberapa penelitian, rekaman tersebut begitu penting sehingga bisa menjadi obyek perolehan kembali dan analisis yang luas. Pada penelitian lainnya, rekaman mungkin hanya sepintas relevansinya.

Wawancara

Salah satu sumber informasi studi kasus yang sangat penting ialah wawancara. Konklusi semacam ini mungkin mengujutkan karena adanya asosiasi yang sudah terbiasa antara wawancara dan metodologi survai. Namun demikian, wawancara memang merupakan sumber informasi yang esensial bagi studi kasus.

Secara keseluruhan, wawancara merupakan sumber bukti yang esensial bagi studi kasus, karena studi kasus umumnya berkenaan dengan urusan kemanusiaan. Urusan – urusan kemanusiaan ini harus dilaporkan dan diinterpretasikan melalui penglihatan pihak yang diwawancarai dan para responden yang mempunyai informasi dapat memberikan keterangan – keterangan penting dengan baik ke dalam situasi yang berkaitan. Para responden tersebut juga dapat memberi bagian – bagian bukti sejarah situasi yang bersangkutan agar peneliti yang bersangkutan memiliki kesiapan untuk mengidentifikasi sumber – sumber bukti relevan lainnya. Namun demikian, wawancara tersebut harus selalu dipandangn hanya sebagai laporan verbal. Laporan tersebut cenderung mencakup masalah – masalah yang bias, ingatan yang lemah dan artikulasi yang tidak akurat. Sekali lagi, pendekatan yang beralasan adalah mendukung data wawancara dengan informasi dari sumber – sumber lain.

Observasi Langsung

Dengan membuat kunjungan lapangan terhadap situs studi kasus, peneliti menciptakan kesempatan untuk observasi langsung. Dengan berasumsi bahwa fenomena yang diminati tidak asli historis, beberapa pelaku atau kondisi lingkungan sosial yang relevan akan tersedia untuk observasi. Observasi semacam itu berperan sebagai sumber bukti lain bagi suatu studi kasus.

Observasi Partisipan

Observasi partisipam adalah suatu bentuk observasi khusus dimana peneliti tidak hanya menjadi pengamat yang pasif, melainkan juga mengambil berbagai peran dalam situasi tertentu dan berpartisipasi dalam peristiwa yang akan diteliti. Di lingkungan perkotaan misalnya, peran ini bisa terbentang mulai dari interaksi sosial umum dengan berbagai lapisan penduduk hingga menyelenggarakan kegiatan fungsional khusus dalam lingkungan sosial yang bersangkutan. Peran – peran untuk berbagai penelitian ilustratif pada lingkungan sosial dan organisasi tersebut telah mencakup :

  • Menjadi penduduk di lingkungan sosial yang bersangkutan sebagai pelaku studi kasus.
  • Mengambil peran fungsional lainnya dalam suatu lingkungan sosial, seperti berperan sebagai pembantu pelayan toko
  • Berperan sebagai anggota staf dalam suatu latar organisasi
  • Menjadi pembuat keputusan kunci dalam suatu latar organisasi

Perangkat Fisik

Sumber bukti yang terakhir adalah perangkat disik atau kultural – yaitu peralatan teknologi, alat atau instrumen, pekerjaan seni atau beberapa bukti fisik lainnya. Perangkat semacam itu bisa dikumpulkan atau diobservasi sebagai bagian dari kunjungan lapangan dan telah digunakan secara luas dalam penelitian antropologi.

Bagian ini telah mengulas enam sumber bukti umum dari studi kasus. Prosedur pengumpulan setiap jenis buktinya harus dikembangkan dan dikuasai secara mandiri guna meyakinkan bahwa setiap sumber itu digunakan secara tepat. Tak semua sumber akan relevan untuk semua studi kasus. Namun demikian, peneliti yang terlatih hendaknya terbiasa dengan setiap pendekatan – atau memiliki kolega yang mempunyai keahlian yang dibutuhkan dan dapat bekerja sebagai anggota tim studi kasusnya.

Untuk Mbak XXX, semoga postingan ini bermanfaat ya …  mudah – mudahan studi kasusnya lancar … hehehe …

kalo udah sukses jangan lupa mampir ke 4antum … ^_^

salam ukhuwah ukhti …

2 thoughts on “Studi Kasus

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s