Laa Takhaf wa laa tahzan, ukhti Adia …


detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

 

RAPUH


maafkanlah bila hati
tak sempurna mencintaiMu
dalam dadaku harap hanya
diriMu yang bertahta

detik waktu terus berlalu
semua berakhir padaMu

 

_ oOo _

 

Hati memang tak akan pernah bisa rapuh. Kerapuhan itu hanya akan hadir ketika kita merasa lemah sementara hati begitu kuat menahan terjangan ujian.

Tak berniat untuk mengiba apalagi mengeluh, melainkan hanya ingin meminta sedikit pengertian … bahwa aku pun manusia … yang tak akan pernah sempurna … karenanya, maafkan bila aku tak bisa selalu berada di sisimu, teman …

Tapi, satu hal yang perlu kau ketahui …

Tali persahabatan ini masih begitu kuat mengikat …

Tapi, satu hal yang perlu kau ketahui …

Kini, kau sendiri yang telah membuatnya rapuh …

 

Kerapuhan

Iklan

2 thoughts on “Laa Takhaf wa laa tahzan, ukhti Adia …

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s