tamu yang di nanti


Assalamu’alaikum …

 

Ruang Tamu 4antum

***

Selamat datang …

Welcome

Itulah sapaan hangat dari seorang penghuni rumah yang begitu ramah lagi menyunggingkan senyum termanisnya di pagi hari ini. Semua lelah luluh seketika kala menatap wajahnya yang begitu teduh. Perjalanan menuju rumahnya yang membutuhkan perjuangan, terbayar sudah dengan keramahan si pemilik rumah. Rumah yang sederhana tapi menjanjikan berjuta ketenangan. Inilah yang kuidamkan. Jauh dari kebisingan dan polusi adalah impian setiap insan sepertiku. Setidaknya, aku bisa menulis dengan tenang tanpa ada gangguan.

Sengaja kupilih rumah sederhana ini untuk memberikan inspirasi dan mampu memaknai apa itu arti sebuah kesederhanaan. Mood yang terkadang datang berkunjung membuatku sangat malas untuk beranjak menuju peraduan karena terlalu bersemangat untuk menuangkan sesuatu yang layak dibaca seseorang. Aku ingin menulis dengan hatiku agar siapapun yang membacanya bisa tersentuh dan mengambil setiap hikmah yang terselip di dalamnya.

Mood

Ah, terkadang … pengalaman orang lain lebih baik untuk dijadikan sebagai referensi ketimbang pengalaman pribadi yang tak jarang dinilai subjektif oleh banyak orang. Menuangkan kisah seseorang memang lebih mudah mengalir ketimbang menceritakan pengalaman pribadi yang penuh dengan keegoisan diri. Lebih sering menempatkan diri pada posisi protagonis atau penengah ketimbang menjadi sosok antagonis sesaat.

Kembali ke pemilik rumah yang menjamuku dengan begitu sempurna. Secangkir teh hangat dan kue lapis buatan sendiri adalah suguhan sederhana namun terasa begitu nikmat. Kucicipi setelah sebelumnya berbasa-basi dengan seorang wanita paruh baya yang tak bosan-bosannya menawarkan aneka suguhan yang ada di meja.

Sesekali menceritakan kisah hidupnya yang sepertinya cukup sukses mendidik dua buah hatinya. Itu jelas terlihat dari beberapa foto yang terpajang di dinding. Foto berfigura ukiran khas jelas memperlihatkan bahwa ia dan suami berhasil mendidik kedua anaknya. Kedua anaknya sudah menjadi sarjana. Dan berdasarkan ceritanya, kedua buah hatinya kini tinggal di luar Pulau Jawa ikut dengan suaminya masing-masing.

Arti sebuah ketenangan

Awalnya merasa bahagia, tapi sejak dua bulan yang lalu ditinggal sang suami tercinta, ia baru merasakan kesepian yang begitu mendalam. Terlebih lagi, kedua buah hatinya tak tinggal dekat dengannya. Walau demikian, ia berusaha menghibur diri dengan kesibukan yang setidaknya bisa membunuh rasa sepinya.

Kedatanganku menjadi angin segar baginya karena untuk beberapa hari ke depan, aku akan tinggal bersamanya untuk menuntaskan tulisanku di sini, di rumahnya yang begitu tenang.

Dan kini, saatnya aku memulai untuk berkarya …

Kisahku di mulai ...

14 thoughts on “tamu yang di nanti

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s