Kisah Teladan Adia Treest


Assalamu’alaikum …

by Shafiqah Adia Treest

Aku pulang. Ada rindu yang begitu dalam.

Aku pulang. Membawa semua bekal selama perjalanan.

Aku pulang. Merajut asa dalam perhitungan

Aku pulang. Menengok salam yang terangkaikan.

Sina di sini. Terpasung hati dalam nur baiti. Ini aku, kembali untuk berharap ada secercah kasih. Selalu tersenyum kala membayangkan ada sebuah kehangatan di sini. Tengoklah aku yang sudah kembali dan hilangkan gundah itu karena aku sudah berada di sini.

“Apa yang kau bawa?”

“Aku membawa sebuah kisah.”

“Kisah apa yang kau dapat selama perjalanan?”

“Sebuah kisah sederhana namun begitu berkesan.”

“Ceritakanlah!”

“Tidak.”

“Tidak ingin berbagi walau sedikit?”

“Tidak sekarang, tapi nanti …”

“Nanti kapan?”

“Nanti bila bibir ini sudah suci untuk mengisahkannya.”

“…”

Keesokan harinya.

“Sudah siapkah membagi kisahmu selama perjalanan?”

“Belum.”

“Lalu kapan?”

“Sampai tangan ini tak lagi mengambil hak orang lain.”

“…”

Keesokan harinya.

“Aku sudah tak sabar ingin mendengarkan kisah yang kau rahasiakan selama dua hari ini.”

“Maaf. Aku belum bisa mengisahkannya kepadamu.”

“Kenapa?”

“Karena mataku masih saja mengamati hal yang membuat nafsu ini berada di atas rata-rata.”

“…”

Hari keempat …

“Aku tak akan memaksamu lagi untuk bercerita hari ini.”

“Bagus. Aku memang tak akan menceritakannya sampai kaki ini berhenti berjalan di jalan kemaksiatan.”

“…”

Hari kelima …

Sina wafat dengan tetap merahasiakan kisahnya.

***

Ibrah :

Kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT.

” … dan kesempurnaan hanya milik Allah Yang Maha Esa …”

(QS. Al Baqarah : 2)

Manusia tidak ada yang sempurna sehingga janganlah menunggu untuk menjadi sempurna hanya untuk menyebarkan kebaikan.

“Sampaikanlah walau hanya satu ayat …”

Apabila antum mempunyai ilmu kebaikan (ilmu agama)
sampaikanlah tapi antum harus tahu dulu menyampaikan yang bagaimana yang di
anjurkan oleh Al – Qur’an dan Hadist.

SAMPAIKANLAH UNTUK DIRI KITA SENDIRI ( KITA PRAKTEKKAN ILMU
KEDALAM KEHIDUPAN KITA )

SAMPAIKAN UNTUK KE DUA ORANG TUA KITA

SAMPAIKANLAH UNTUK SAUDARA – SAUDARA KITA

SAMPAIKANLAH KEPADA ORANG – ORANG TERDEKAT KITA ( TEMAN
DEKAT )

BARU SAMPAIKAN KEPADA ORANG LAIN

Bila antum tidak melaksanakan nya niscaya ilmu yang antum sampaikan itu akan
menjadi fitnah buat kita bukan nya menjadi pahala / kebaikan buat kita
(bagaimana kalau kita sudah memegang cara di atas , tapi pada kenyataan nya,
ada orang meminta pendapat ( masalah agama ), boleh saja kita sampaikan, yang
penting orang itu meminta, (YANG LIMA ITU BELUM KITA JALANKAN) kalau yang 5
itu kita sudah jalankan silahkan saja antum sampaikan dengan tidak menunggu
orang meminta kepada kita.

“Sedetik waktu terlewat, tidak akan pernah bisa kembali. Maka jangan sia-siakan waktu yang kita miliki.”

“Allah SWT memerintahkan kita untuk mau berpikir tentang penciptaan-Nya yang begitu menakjubkan, rumit, dan kompleks. Namun semua itu telah Allah SWT tundukan untuk kita. Ini sebagai tanda bahwa manusia memiliki kemampuan (dari Allah) untuk menundukan apa yang ada di langit dan di bumi.”

8 thoughts on “Kisah Teladan Adia Treest

  1. aslm,, yap ane setuja.. Mari bersama saling berlomba dalam kebaikan, fastabiqul khaerat.. sampaikan ilmu yang kita miliki kepada orang lain, karena harta yang tidak habis ketika diberikan kepada sesama adalah ILMU.. ^^

  2. iya berbagi kisah, nasehat…bukan untuk menggurui tapi untuk masing2 mengambil hikmah, bersama kita belajar. Bukan menunggu jadi suci dulu baru berbagi ilmu, pengalaman atau nasehat…benar sekali itu de…^_^

    • ^_^

      yuphz … sepakat …

      ane buat postingan ini karena banyak banget orang yang cuek bebek tanpa mau mempedulikan orang lain.

      Setiap ditanya, selalu dengan jawaban ,,, “gue / elo aja belom sempurna, pake ngurusin urusan orang …”

      hmmm … ^_^

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s