Special Gift for All My Best Friends << ahad sore

Assalamu’alaikum wr. wb.

Sebuah sentuhan yang sulit teruraikan …

Hanya bisa dirasakan kedekatan dan kenyamanannya …

Bersama kalian … membuatku merasa begitu nyaman dan menenangkan …

PIC 1

 Selalu menjadi yang terdepan ketika aku menitikkan airmata …

PIC 2

 Selalu memberi senyuman ketika aku tengah gundah gulana …

PIC 3

 Selalu memberi walau aku tidak meminta … Selalu siaga ketika aku butuh sebuah uluran tangan …

Baca lebih lanjut

Iklan

Akhir Bersamanya …

Assalamu’alaikum …

Sapaan lembutnya menyeruak hebat ke sekujur hati ini. Menyiksa batin ketika menyadari bahwa usianya tak lama lagi. Pertanda bahwa sapaan lembut itu akan hilang dan pudar di telan bumi. Masih berharap aku terbangun dari mimpi untuk menyadarkan diri bahwa ini semua hanya ilusi. Bukan tak bisa menerima semua ini, hanya saja aku masih begitu ingat dengan hangat senyum yang menggeliat sebagai perona wajahnya yang begitu bersahaja.

Teduhnya wajah itu kala ia menyunggingkan sebuah senyuman tanda perpisahan, aku begitu kuyu dan layu untuk membalasnya. Tatapannya yang kosong membuatku semakin yakin ia akan pergi jauh dari sisiku. Aku masih ingin ia tetap di sini, memenuhi bayangan diri hingga mentari tak terbit lagi. Apa aku salah berharap semua ini hanyalah emosi yang bergejolak tak tentu arah untuk menyampaikan bahwa aku masih menyimpan sisa cinta untuknya walau ia sudah dimiliki oleh hati yang lainnya.

Baca lebih lanjut

Ikatan Hati yang Terurai

Assalamu’alaikum …

Dalam genggaman aku mengharapkan sebuah asa. Terkadang, aku menyesali semua yang telah kuputuskan walaupun aku tahu bahwa sesungguhnya itu adalah buah dari pemikiranku sendiri. Ada wujud yang abstrak hingga tak mampu untuk kuselami lagi. Kedalaman hati setiap orang tak ada yang mengetahui, karenanya aku berusaha untuk mengalah … mengalah untuk mencairkan hatimu yang begitu membatu.

Aku masih begitu mengharapkan kata maaf itu darimu walaupun aku tak tahu apa yang salah dalam diri ini. Mungkin, aku begitu egois hingga melupakanmu dan membiarkanmu berada di sudut di waktu yang cukup lama. Tapi, bisakah kita melumerkan dinding ego itu hingga tak ada lagi yang mampu merenggut keakraban kita di masa depan?

Bila boleh kumenerka, kau begitu lugu dan sulit sekali untuk diruntuhkan. Tidak ada yang sebanding dengan keceriaanmu. Bagiku itu cukup membuatku untuk bernafas lega karena aku meyakini satu hal. Hati setiap hamba adalah milikNya. Milik Allah SWT. Bila aku meminta kepadaNya, kelak aku akan mendapatkan apa yang kuinginkan.

Baca lebih lanjut

Laa Takhaf wa laa tahzan, ukhti Adia …

detik waktu terus berjalan
berhias gelap dan terang
suka dan duka tangis dan tawa
tergores bagai lukisan

seribu mimpi berjuta sepi
hadir bagai teman sejati
di antara lelahnya jiwa
dalam resah dan air mata
kupersembahkan kepadaMu
yang terindah dalam hidup

meski ku rapuh dalam langkah
kadang tak setia kepadaMu
namun cinta dalam jiwa
hanyalah padaMu

 

RAPUH

Baca lebih lanjut