Sedia Payung Sebelum Hujan

Assalamu’alaikum …

 

Hadapi kenyataan, jangan lari darinya. Karena kenyataan adalah hal yang tidak bisa diubah dengan umpatan, pertanyaan, maupun penyesalan. Kunci menghadapi kenyataan yang mungkin membawa stres adalah keridhaan dari seseorang dan kesiapan hati. Pada diri sendiri saya sudah bertekad : saya siap sukses >< saya siap gagal; saya siap menjadi pemimpin >< saya siap menjadi bawahan; saya siap sehat >< saya siap sakit; saya siap bekerja >< saya siap menganggur.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri kecuali telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguh-Nya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid : 22 – 23)

Kesiapan dan keridhaan hati ibarat sedia payung sebelum hujan begitu kita menerima takdir yang baik dan yang buruk dari Allah SWT. Dengan begitu kita tidak perlu berucap : “Ah, seandainya saja …” atau “Oh, mengapa hal ini terjadi …”

  Baca lebih lanjut

Iklan

Bersabar untuk Menjadi Kupu-Kupu

Assalamu’alaikum wr. wb.

Islam Beautifull

Terlalu bersemangat di hari ini hingga tak menyadari bahwa ada airmata di sana. Menjadi bijaksana dengan segala hikmah yang tertera dalam setiap episode kehidupan yang menerka.

Masih banyak hal indah di luar sana, kawan …

Jangan merasa pesimis dengan ketentuan-Nya …

Tentu masih sangat melekat prinsip hidup bahwa Allah SWT akan memberikan apa yang kita butuhkan, bukan apa yang kita inginkan.

Jadi, bersabarlah dengan kepompong itu karena suatu saat kamu akan tumbuh dan memasuki fase yang tak kamu duga. Nantikan kupu-kupu ini menjadi cantik dengan segala keindahan warna dan kesempurnaan penciptaan-Nya.

bersabar untuk menjadi Kupu-Kupu

Layakkah kita mempercepat apa yang sudah digariskan-Nya kepada kita?

Yakinkan kepada diri bahwa semua memiliki waktu dan proses untuk didapat. Jadi,  untuk apa mempercepat kebahagiaan kita kalau nantinya kita akan mendapatkannya juga?

Kawan, getaran hati ini adalah bukti bahwa kita senantiasa mengagungkan-Nya. Karenanya, berikanlah penantian terbaik kita. Bila kesabaran itu menipis, rangkailah ikhlas untuk memberikan nuansa yang berbeda di tengah penantian panjang kita.

Sesungguhnya Allah SWT akan memberikan yang terbaik bagi setiap hamba-Nya … ^_^

Baca lebih lanjut

Persiapan Sebelum Berangkat

Assalamu’alaikum …

Perlengkapan hidup memang begitu banyak, tapi di sini Adia akan memfokuskan kepada beberapa hal,  yaitu :

Sebuah hati yang bersih

Ini memang menjadi pilar utama sebagai pelengkap hidup kita. Bukankah setiap individu pasti memiliki sebuah hati? Hati yang kita miliki hanya satu, karenanya tidak akan mungkin sulit untuk membersihkannya. Luangkan waktu untuk membersihkan hati kita selama kurang lebih 30 menit.

Baca lebih lanjut

Biarkan aku untuk ikhlas …

Sulitnya untuk mengatakan ikhlas itu ada di hati ini …

Mungkin karena kedekatan yang ada dan sudah terjalin cukup lama. Tidak … belum terlalu lama tapi sudah membuat hati ini berkesan penuh makna. Pernah terpikir, hilangkan ego ini untuk sesaat dan cobalah untuk menanggalkannya dalam usapan airmata seraya mengatakan bahwa “aku rela, ikhlas dan ridho melepasmu …”

Tapi kekeluan ini seolah telah menyeruak tajam hingga aku tak bisa membuatnya mengalir seperti apa adanya.

Perjanjian yang sudah tertata pun membuat hati ini semakin mengeratkan hatinya.

Ya Rabb, mungkin ini memang terlarang … tapi bisakah aku dan dia tetap bersama dalam jalinan yang lebih dari apapun juga?

Sebuah jalinan antara seorang kakak dan adiknya?

Biarkan ini seperti apa adanya …

Ya …

Apa adanya …

Sebuah kisah nyata yang benar terjadi antara dua insan yang tidak ingin disebutkan namanya.

Jangan salahkan kata ‘sibuk’ …

Assalamu’alaikum …

Afwan ane baru sempet posting … kerjaan numpuk yang deadline-nya cuma dua hari …

Mata udah keriting … jari – jemari udah nggak jelas bentuknya n’ yang pasti otak udah tujuh keliling …

Tapi ane tetep harus setor postingan niy, paling nggak buat melepas rindu antum semua … (hehehe narchiez …)

Kali ini ane mau posting sesuatu yang sebenernya amat sangat nggak penting untuk di posting. Tapi, tinggal bagaimana kita menyikapinya aja sih …

Kowe ngapain de, udah adzan di telinga masih aja begitu …?” ayah ane mulai bersuara sewaktu ngeliat ane masih belum ada persiapan menyambut adzan maghrib.

Baca lebih lanjut