Menjadi Bunga di Taman Hati

Assalamu’alaikum wr. wb.

FLO

Meyakinkan diri bahwa ada ada suatu masa dimana kita adalah penguasanya. Bukan tidak mungkin semua akan menjadi nyata bila kita menata hati untuk meraihnya.

FLO 1

Kepercayaan diri yang tertanam dalam diri dengan identitas ukhrawi jauh lebih mulia dibandingkan dengan sebuah harta. Menuntut kembali lembaran usang yang sudah terbang melayang. Menatap masa depan dengan kegemilangan.

Manfaatkanlah cahaya yang tersisa hingga sebuah asa kembali merekah indah. Sebuah sentuhan lembut menangkis raga yang tersulut oleh angan yang tersapu kabut. Lihatlah keluar jendela dengan tatapan angkuh bahwasanya kita bisa merengkuh sebuah sauh lebih jauh.

FLO 2

  Baca lebih lanjut

Iklan

Menjaga “Bunga” Surga

Assalamu’alaikum …

Mungkin bukan hanya satu atau dua orang kawan yang menanyakan mengapa ane selalu diantar dan dijemput oleh seseorang setiap hendak menunaikan aktivitas dan amanah di luar rumah. Awalnya, ane sendiri bingung untuk menjelaskannya, tetapi setelah ane bertanya langsung kepada keluarga, ane baru bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai hal ini.

Teringat beberapa waktu lalu ane begitu vokal untuk menentang hal ini mengingat ane merasa tidak nyaman dengan anggapan teman-teman yang mengatakan bahwa ane ‘anak manja’ yang selalu diantar-jemput setiap kali menunaikan amanah di luar rumah. Tetapi, belakang ane justru begitu bersyukur dan menyesal mengapa tidak dari dulu ane memiliki pemikiran seperti ini, bahwa ternyata keluarga punya alasan untuk ini semua.

“Barangsiapa yg diuji dgn mendapatkan anak peremuaan kemudian ia berbuat baik kpd mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

Beruntungnya ane dilahirkan sebagai ‘pangais’ dengan tiga orang kakak lelaki yang subhanallah begitu baik. Sekali pun mereka telah berumah tangga tetapi selalu meluangkan waktu untuk mengantar-jemput ane secara bergantian. Hmm … berasa jadi tuan putri. Hehehe …

Mujahidah 1

  Baca lebih lanjut

Belanja (tapi) …

Assalamu’alaikum …

Bila anda seorang pedagang, jangan menganggap bahwa semua orang yang mampir atau berkunjung ke toko kita adalah pembeli atau pasar kita. Tidak semua yang berkunjung dan melihat-lihat barang-barang yang kita jajakan di toko kita adalah orang yang berniat membeli, bisa saja mereka semua hanya ingin “window shopping” saja.

Lihat saja di sebuah pusat perbelanjaan yang sesak dengan khalayak. Berjubel untuk mencari – cari apa yang mereka cari. Tak jarang penjual mengeluhkan sepinya pembelian walaupun kenyataannya banyak orang yang bertandang ke tokonya. Mereka berkata “Sing Tuku Ora Teko – Teko, Sing Teko Ora Tuku – Tuku”. Artinya, Yang beli tidak datang – datang dan yang datang tidak beli – beli. Pernyataan Jawa tersebut memang sederhana namun bila kita menjadi seorang pedagang memang cukup miris bila yang si pembeli tak jua kunjung datang dan yang datang hanya sekedar melihat – lihat tanpa berkenan membeli.

Baca lebih lanjut