tamu yang di nanti

Assalamu’alaikum …

 

Ruang Tamu 4antum

***

Selamat datang …

Welcome

Itulah sapaan hangat dari seorang penghuni rumah yang begitu ramah lagi menyunggingkan senyum termanisnya di pagi hari ini. Semua lelah luluh seketika kala menatap wajahnya yang begitu teduh. Perjalanan menuju rumahnya yang membutuhkan perjuangan, terbayar sudah dengan keramahan si pemilik rumah. Rumah yang sederhana tapi menjanjikan berjuta ketenangan. Inilah yang kuidamkan. Jauh dari kebisingan dan polusi adalah impian setiap insan sepertiku. Setidaknya, aku bisa menulis dengan tenang tanpa ada gangguan.

Sengaja kupilih rumah sederhana ini untuk memberikan inspirasi dan mampu memaknai apa itu arti sebuah kesederhanaan. Mood yang terkadang datang berkunjung membuatku sangat malas untuk beranjak menuju peraduan karena terlalu bersemangat untuk menuangkan sesuatu yang layak dibaca seseorang. Aku ingin menulis dengan hatiku agar siapapun yang membacanya bisa tersentuh dan mengambil setiap hikmah yang terselip di dalamnya.

Baca lebih lanjut

Iklan

Akhwat Manja Diary -Part 1-

Assalamu’alaikum …

Bangga rasanya bisa berbagi denganmu, wahai sahabatku …

Akhwat Manja Diary

Akhwat Manja Diary

Sesaat tertegun ketika menyadari bahwa diri ini tengah berada dalam lingkup yang begitu rindu akan sebuah kata kasih dan sayang. Di saat, sebagian besar sahabat begitu mengharap akan kehadiran seseorang yang bisa menenangkan hati untuk meruntuhkan kegalauan di hati, aku hanya bisa berjalan di tempat tanpa tahu harus bersikap apa. Apakah aku bisa berada pada titik dimana aku ikut mengalir dalam suasana demikian atau aku tetap berada pada posisi aman atau mungkin aku akan mundur dan keluar perlahan dari lingkup ini?

Baca lebih lanjut

Senyum dan Syukur

Assalamu’alaikum …

enjoy_ur_day!!

Biar pun langit di luar sana mendung, seolah mentari begitu malu untuk memancarkan sinarnya,  tapi tidak begitu denganku yang tak akan pernah malu untuk mengguratkan cahaya dari dalam diriku untuk menyinari hari-harimu. Semangat itu tumbuh ketika aku melihat ada banyak wajah yang memerlukan cahayaku untuk menghangati kehidupan mereka. Tak pernah bosan untuk bersyukur hingga wajah mereka senantiasa diliputi oleh kebahagiaan yang mereka ciptakan sendiri.

Langit runtuh tanpa senyum dan syukurmu …

Itu yang sering kukatakan kepada mereka. Begitu sederhana namun cukup memecut mereka untuk selalu menebarkan senyuman dan membasahi lisan dengan segala kesyukuran. Alangkah cantiknya wajah-wajah itu yang selalu terhias oleh rona senyum yang mengembang.

Baca lebih lanjut

Hari Senin dan Keceriaan Didalamnya


Hari Senin …

Hari pertama memulai kembali aktivitas.

Kerjaan numpuk dan sibuk … privat ‘n langsung nonstop online sampai detik ini …

Hmm …

ditambah lagi deadline novel yang belum juga rampung. Besok harus burning data satu sekolah, ketikan klien belum selesai udah ditambah lagi sama bejibun tugas update dokumen klien yang belum di taro di recycle bin …

Begitu cek email, ternyata belum ada balasan dari kulinet, yang ada cuma report dari multiply sama guru spiritual menulis “Jonru”. It’s ok … hari ini tertolong dengan suasana di sekolah yang cinta damai. Atasan puas dengan pekerjaan yang diamanahkan, anak didik juga senang dengan metode belajar yang bisa dibilang milenium.

Walaupun gaji belum turun, tapi tetep bisa semangat kerja. Mau tahu kenapa? karena Shafiqah selalu bekerja tanpa mengharapkan pamrih dalam bentuk apapun. Ada nggak ada money, tetep bisa idup dengan terus tersenyum dan menebar rasa nerima ‘n ikhlas – ikhlas sajalah …

Baca lebih lanjut