Akhwat Manja Diary -Part 4-

Assalamu’alaikum …

[19 : 30]

Dear Diary, 

Akhwat Manja Diary

Selepas bercengkrama dengan ‘Kekasih Hati’  …

Kini, akhwat manja tengah menata hatinya. Lagi dan lagi, untuk ke sekian kalinya berusaha untuk menjaga perasaan ini. Bukan perkara mudah untuk menetralisir rasa itu. Aku menundukkan pandangan dan hatiku untuk bisa meminimalisirnya dan membiarkan semua mengalir seperti apa adanya hingga aku tak perlu lagi ditawan oleh rasa yang begitu menggebu.

Mas-ku tahu itu dan berusaha untuk menguatkan aku untuk berdiri, berdiri menatap masa depan. Awalnya memang cukup sulit, Mas-ku mengetahui betul rasa itu.

“Lihat Mas … Mas bisa menempatkan cinta itu pada tempatnya. Kalau Mas ingin mencela, Mas bisa melakukan itu. Tak adil bila Allah telah memberikanmu cinta, sedangkan Mas sendiri belum pernah diizinkan untuk mengecap cinta.”

Aku mengerti arah pembicaraan Mas-ku.

Akhwat Manja dan Mas-ku

“Tapi Mas tidak melakukan itu. Mas ingin cinta yang murni, cinta yang hanya dirasakan oleh Mas dan calon Mas nanti. Keyakinan untuk menginginkan mendapatkan yang paling baik dari yang terbaik lebih kuat daripada kesemuan yang ditawarkan di luar sana.”

  Baca lebih lanjut

Iklan

Akhwat Manja Diary -Part 3-

Assalamu’alaikum …

Akhwat Manja Diary

Dini hari, [19 : 02]

Dear Diary,

Aku takut untuk mengatakannya. Kututup rapat untuk tidak mengakui apalagi menyebutnya. Jangan sampai aku terjebak oleh perasaanku sendiri. Mana mungkin akhwat manja sepertiku bisa jatuh cinta kepada seseorang yang ‘terlarang’? Seharusnya aku bisa menjaga perasaanku, perasaanku yang seharusnya kucurahkan seluruhnya untuk sosok yang halal bagiku. Selama ini aku hanya mengenal empat lelaki. Ayahku, dua orang kakakku dan satu adikku yang begitu tangguh. Kuharap, perasaanku ini bisa kujaga hingga tiada terasa olehnya, oleh seseorang yang bukan hakku. Aku tak ingin menambatkan perasaan kepada seseorang yang bukan menjadi hakku. Aku tak ingin menodai kesucian rasa ini.

Baca lebih lanjut

Akhwat Manja Diary -Part 1-

Assalamu’alaikum …

Bangga rasanya bisa berbagi denganmu, wahai sahabatku …

Akhwat Manja Diary

Akhwat Manja Diary

Sesaat tertegun ketika menyadari bahwa diri ini tengah berada dalam lingkup yang begitu rindu akan sebuah kata kasih dan sayang. Di saat, sebagian besar sahabat begitu mengharap akan kehadiran seseorang yang bisa menenangkan hati untuk meruntuhkan kegalauan di hati, aku hanya bisa berjalan di tempat tanpa tahu harus bersikap apa. Apakah aku bisa berada pada titik dimana aku ikut mengalir dalam suasana demikian atau aku tetap berada pada posisi aman atau mungkin aku akan mundur dan keluar perlahan dari lingkup ini?

Baca lebih lanjut

Sedia Payung Sebelum Hujan

Assalamu’alaikum …

 

Hadapi kenyataan, jangan lari darinya. Karena kenyataan adalah hal yang tidak bisa diubah dengan umpatan, pertanyaan, maupun penyesalan. Kunci menghadapi kenyataan yang mungkin membawa stres adalah keridhaan dari seseorang dan kesiapan hati. Pada diri sendiri saya sudah bertekad : saya siap sukses >< saya siap gagal; saya siap menjadi pemimpin >< saya siap menjadi bawahan; saya siap sehat >< saya siap sakit; saya siap bekerja >< saya siap menganggur.

“Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri kecuali telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguh-Nya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berduka cita terhadap apa yang diberikanNya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Al Hadid : 22 – 23)

Kesiapan dan keridhaan hati ibarat sedia payung sebelum hujan begitu kita menerima takdir yang baik dan yang buruk dari Allah SWT. Dengan begitu kita tidak perlu berucap : “Ah, seandainya saja …” atau “Oh, mengapa hal ini terjadi …”

  Baca lebih lanjut

Alhamdulillah, It’s Friday (AL-I-F)

Assalamu’alaikum wr. wb.

 Happy  Jum’at Mubarok …

FRIDAY 1

 Jum’at adalah hari istimewa bagi umat islam. Rasulullah SAW bersabda : penghulunya hari adalah hari Jum’at. 

Dari jabir bin abdillah ra, Rasulullah SAW bersabda :

“Barang siapa yang mengatakan tatkala mendengar seruan ( adzan ) :
Allohuma rabba hadzihi ad-da’wah ataamah wa sholatul qoo’imah aati muhammadan al wasilah wal fadzilah wab atshu waqoman mahmudan aladzi wa’ adtahu

(Ya Allah, Robb yang menguasai seruan yang sempurna ini dan sholat yang akan di dirikan ini, berilah Muhammad wasilah dan keutamaan …
dan utuslah beliau ke tempat yang terpuji seperti yang Engkau janjikan)

maka orang tersebut pasti mendapatkan syafa’at dari-KU kelak di hari kiamat …
(HR. Bukhari : 614) 

***

FRIDAY 2

>>> Di Balik Kisah di Hari Jum’at …

Ternyata menarik juga sejarah hari Jum’at di berbagai negara. Kalau bahasa Anglo Saxon, Jum’at itu sebutannya frigedaeg or frige dag, kalau bahasa Jermannya Freitag. Jum’at dalam bahasa latin itu Dies Veneris, Sukra-var dalam Hindu, Juma dalam istilah Islam, Vendredi dalam bahasa Perancis dan orang Jepang menyebutnya kin youbi.

Hari Jum’at dalam kepercayaan Roma kuno merupakan hari yang dipersembahkan untuk dewa cinta, Venus. Mereka percaya bahwa hari Jum’at menjadi hari paling indah untuk pernikahan, menyatakan cinta, berbulan madu atau memanjakan keluarga sebagai bentuk cinta.

Baca lebih lanjut