Menuju Sebuah Kemenangan

Assalamu’alaikum …

Berada pada titik stagnasi memang tidaklah menyenangkn, terlebih lagi dengan berjuta beban. Tapi, bukankah semua akan ada penyelesaian hingga kita mampu untuk menuju sebuah bayang kemenangan. Tidak, bukan bayang … melainkan sebuah kemenangan.

Meyakinkan diri untuk benar-benar kuat memang tak mudah. Hanya saja perlu adanya suatu kegigihan dalam menangani itu semua. Intinya,  harus menuju garis finish dan berhasil menjadi pemenang. Terdengar egois memang. Berada pada sebuah kesemuan untuk mendapatkan kemenangan. Langkah awal menuju sebuah keniscayaan. Tak berlebihan bila semua diniatkan dengan usaha dan doa.

Selalu menjadi pemenang …

Untuk kemenangan …

Bukan hanya untuk berangan …

Menuju Sebuah Kemenangan

Iklan

Kakak dan Masa Laluku …

Assalamu’alaikum …

Masa Lalu ...

Kukatakan kepadanya, aku hanya ingin merangkai masa depan …

Kata-katanya yang masih kusimpan, begitu menenangkan … “Itu hanya masa lalu dan saatnya menatap masa depan.”

Kakak, ia memang bagian dari masa laluku … aku menghargai itu, semoga tiada niat lain selain hanya untuk meyakinkan diri ini dan silaturahmi …

Kakak, aku masih memegang ucapanmu bagaimana seharusnya kakak memperlakukan aku … semoga kakak bisa mengerti dan memahami serta bisa membaca sikapku kepadamu …

semoga kakak menyadari itu …

“Aku ingin mengenalmu lebih jauh melalui referensi yang telah kamu berikan kepadaku …”

*) “Menandakan bahwa aku begitu mengagumi dan menghargaimu …” 

Semoga kakak tidak menyalah-artikannya ... 

Terima Kasih ...

Menjaga “Bunga” Surga

Assalamu’alaikum …

Mungkin bukan hanya satu atau dua orang kawan yang menanyakan mengapa ane selalu diantar dan dijemput oleh seseorang setiap hendak menunaikan aktivitas dan amanah di luar rumah. Awalnya, ane sendiri bingung untuk menjelaskannya, tetapi setelah ane bertanya langsung kepada keluarga, ane baru bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai hal ini.

Teringat beberapa waktu lalu ane begitu vokal untuk menentang hal ini mengingat ane merasa tidak nyaman dengan anggapan teman-teman yang mengatakan bahwa ane ‘anak manja’ yang selalu diantar-jemput setiap kali menunaikan amanah di luar rumah. Tetapi, belakang ane justru begitu bersyukur dan menyesal mengapa tidak dari dulu ane memiliki pemikiran seperti ini, bahwa ternyata keluarga punya alasan untuk ini semua.

“Barangsiapa yg diuji dgn mendapatkan anak peremuaan kemudian ia berbuat baik kpd mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

Beruntungnya ane dilahirkan sebagai ‘pangais’ dengan tiga orang kakak lelaki yang subhanallah begitu baik. Sekali pun mereka telah berumah tangga tetapi selalu meluangkan waktu untuk mengantar-jemput ane secara bergantian. Hmm … berasa jadi tuan putri. Hehehe …

Mujahidah 1

  Baca lebih lanjut

Refleksi Siluet Hati

Assalamu’alaikum …

“Gambar itu lebih bisa mewakili apa yang tengah kita rasakan …”

Jadi, ane mau mencoba untuk posting beberapa gambar untuk mengekspresikan apa yang tengah ane rasakan saat ini … semoga gambar-gambar di bawah ini mampu mewakilinya … 

Gambar 1

Rumah yang terang dengan suasana hangat di dalamnya. Sepertinya, ketenangan pun melingkupi sekitarnya.

Gambar 2

 Teduhnya mata memandang dengan kesejukan yang ditawarkan di luar rumah, mengingatkanku akan ‘sesuatu’ …

Baca lebih lanjut

Menciptakan Kesyukuran Sejak Dini

“Tak banyak yang bisa kukatakan untuk menggambarkan rasa yang tengah merajai hati. Di tengah banyaknya orang berjatuhan di tengah perjalanan, Alhamdulillah aku masih bisa bertahan dengan senyum mengembang. Itulah janjiMu kepada setiap hambaMu yang senantiasa mensyukuri atas apa yang telah Engkau anugerahi.”

4JJ I

 

  Baca lebih lanjut