Tarhib Ramadhan

Assalamu’alaikum …

“Assalamu’alaikum … anti ikut tarhib hari ini?”

Membaca pesan singkat di atas yang dikirimkan dari seseorang membuat ane  senyum-senyum sendiri. Ane balas pesannya.

“Wa’alaikumsalam. Wr. Wb. Yuphz … Insya Allah ane udah ada di lokasi. hehehe …”

Pesan singkat ane pun dibalas olehnya.

“Afwan … ane pikir anti belum tahu … tadinya mau ngajak bareng … ternyata anti sudah ada di lokasi duluan …”

Begitu membaca pesan singkatnya, hati ane langsung bergetar hebat. Begitu perhatiannya ia dengan ane. Perasaan apakah ini?

Baca lebih lanjut

Iklan

Kematian Hati

Assalamu’alaikum …

Berselancar di dunia maya dan mendapatkan secercah asa … berikut akan 4antum uraikan yang ane dapet dari site Jerman … Tafadhol …

KEMATIAN HATI

Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya. Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi. Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.

Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada izin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.

Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudhu di dingin malam, lapar perut karena shaum atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.

Baca lebih lanjut

Materi 4antum – Uluwwul Himmah

Assalamu’alaikum …

4antum … udah lumayan lama kita nggak kajian bareng nih … saatnya posting satu materi untuk kita kaji dan renungkan bersama … setuju … ? ^_^

Alhamdulillah … ^_^

Kajian 4antum kali ini adalah Uluwwul Himmah. Apa sih uluwwul himmah itu? Mungkin sudah ada yang tahu pengertian dari kajian kita kali ini. Ok … supaya pengetahuannya merata tentang materi yang satu ini, kita bahas bareng …

Baca lebih lanjut

Nikmati Proses Ikhtiarmu

Oleh : KH. Abdullah Gymnastiar
CyberMQ

Hendaknya kita amat waspada menghadapi tipuan-tipuan syetan semacam ini. Kita harus menjaga sekuat-kuatnya ketiga moment amal tersebut. Dan kuncinya adalah sempurnakan ikhtiar baik saat berniat, saat melakukan, maupun saat amal itu selesai ditunaikan.

Manakala terdengar adzan dikumandangkan dari masjid, waspadalah syetan akan segera menasehati, “Tunggulah barang sebentar lagi sampai adzan selesai. Lagi pula di masjid itu telah biasa tadarus Al-quran dulu sebelum qomat.” Segera tepiskan bisikan itu dan pergilah ke masjid! Karena, boleh jadi umur kita akan berakhir begitu adzan selesai. Kalau tidak segera shalat, bahaya. Bisa-bisa kita su’ul khatimah.

Ketika sampai di masjid, waspadalah syetan akan kembali menasehati, “Duduknya dekat pilar saja supaya bisa bersandar kalau mengantuk.” tidak! Shaf pertama adalah shaf yang paling utama. Kejar dan sempurnakan ikhtiar kita!
Ketika usai mendirikan shalat, waspadalah pula syetan tak akan lelah untuk menasehati. Mungkin kali ini dengan mengutip guyonan teman, “Ayo, jangan sampai telat dua kali. Kalau datang telat, maka pulangnya jangan sampai telat juga. “Tidak! Lawan! Terjanglah godaan itu dengan cara menyempurnakan shalat kita dengan wirid, dzikir, doa, dan shalat sunnah ba’diyah (kalau ada).

Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusuk dalam shalatnya dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada guna. (QS. Al Mu’minuun (23): 1-3)

Manakala melihat orang-orang lain bergegas keluar dari masjid begitu usai shalat, hati-hati. Syetan tak akan sungkan membisiki hati, dengan perasaan ujub dan takabur. Hati pun serta merta akan menggerundel. “Lihat orang-orang itu benar-benar tergoda oleh syetan. Mungkin, imannya lagi lemah.” Ini meremehkan orang lain. Justeru kita ternyata yang terjebak oleh tipu daya syetan.

Pendek kata, peliharalah agar kita tidak menjadi riya, dan sombong dengan amal-amal kita. Caranya dengan menikmati ikhtiar yang sungguh-sungguh dalam menyempurnakan setiap amalan kita.

Jadi, kalau kita ingin menjadi ahli ilmu yang luas, maka kuncinya adalah dengan berjuang menjadi ahli amal yang disempurnakan dan dijaga mutunya. Jangan tergiur oleh banyaknya amal, tetapi rindukanlah bisa menyempurnakan amal-mal kita.