Akhwat Manja Diary -Part 1-


Assalamu’alaikum …

Bangga rasanya bisa berbagi denganmu, wahai sahabatku …

Akhwat Manja Diary

Akhwat Manja Diary

Sesaat tertegun ketika menyadari bahwa diri ini tengah berada dalam lingkup yang begitu rindu akan sebuah kata kasih dan sayang. Di saat, sebagian besar sahabat begitu mengharap akan kehadiran seseorang yang bisa menenangkan hati untuk meruntuhkan kegalauan di hati, aku hanya bisa berjalan di tempat tanpa tahu harus bersikap apa. Apakah aku bisa berada pada titik dimana aku ikut mengalir dalam suasana demikian atau aku tetap berada pada posisi aman atau mungkin aku akan mundur dan keluar perlahan dari lingkup ini?

Aku masih mencoba untuk bertahan dan menelaah seberapa jauh lingkupku ini bisa bahagia dengan keadaan yang seperti ini. Mereduksi semua kebimbangan hati dengan terus meyakini bahwa Allah SWT telah menyiapkan rencana besar baginya. Aku mempercayai itu dan berusaha untuk menghargai mereka.

Tapi, aku memilih pada posisi aman dan selanjutnya mundur teratur untuk keluar dari jalur. Aku tak ingin terjebak pada sebuah perasaan menunggu karena aku ingin mendapatkan sesuatu yang layak. Mencoba untuk bercermin dan merubah sikapku yang kekanak-kanakkan untuk mendapatkan yang sepadan. Tersenyum bahagia pada waktu yang tepat di tengah kegundahan insan bernama wanita.

Metamorfosa Akhwat Manja

Merindu memang, tapi aku tak ingin gugur dengan rasa yang tak karuan. Aku ingin menjadi ulat yang perlahan menjadi seekor kupu-kupu dan tak ingin siapapun memaksaku keluar dari kepompongnya agar sempurna metamorfosa hidupku sesuai dengan fase yang tengah kualami.

Kakak, aku percaya di sana ada seseorang yang tengah ditempa oleh Allah SWT yang diperuntukkan untukmu. Aku ingin kakak mendapatkan yang paling baik dari yang terbaik.

Menunduk sejenak dan bulir bening itu tak tertahankan. Kulukis senyuman di wajahku. Ada pelangi di hati ini dan berharap hati ini senantiasa diliputi oleh kesyukuran atas perhatian itu. Ada seseorang yang menguatkan aku untuk terus bertahan dalam lingkup yang tak terelakkan.

Sahabat, mungkin aku tak pandai berkata layaknya untaian kata ini, tapi aku bahagia dan bangga bisa mengatakan ini walau hanya melalui untaian kata tanpa makna di sini. Bila perilaku acuh itu ada, semata hanya untuk menjaga pilar yang ada. Bila sinis itu menjelam, semata hanya untuk menahan rasa yang ada. Tak bisa kuwakilkan betapa aku ingin mengubah semua menjadi rasa tanpa gundah, namun apa daya aku tak bisa karena kutahu bahwa setiap hati memiliki rasa yang berbeda.

Sahabat, sudahlah. Lepaskan rasa itu hingga langkahmu tak terhenti sampai di sini. Sudahlah, biarkan semua berlalu dan tatap masa depanmu. Sudahlah, untuk menjadi pengikut orang-orang yang tak mengerti bagaimana sikap yang harus dimiliki untuk menahan rasa itu. Kita lebih sempurna dengan apa adanya. Allah SWT sendirilah yang akan menunjuk seseorang yang layak untuk kita. Bukan karena ada apanya, melainkan karena apa adanya.

Status Facebook

Bahagiakan dan ceriakan duniamu serta warnai harimu bukan dengan mengumbar status kegalauan, kedilemaan, keputus-asaan, keeksisan, kegundahan, kelemahan, ketidak-berdayaan, kesusahan, pengharapan, keluhan-keluhan, dan sindrom-sindrom negatif lainnya.

Ingatlah bahwa Allah SWT begitu pencemburu. Pantaskah kita membuatNya cemburu dengan semua rasa kasih dan sayang yang kita miliki tercurahkan kepada selain diriNya?

luv cuz Allah SWT

Iklan

12 thoughts on “Akhwat Manja Diary -Part 1-

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s