Menjaga “Bunga” Surga


Assalamu’alaikum …

Mungkin bukan hanya satu atau dua orang kawan yang menanyakan mengapa ane selalu diantar dan dijemput oleh seseorang setiap hendak menunaikan aktivitas dan amanah di luar rumah. Awalnya, ane sendiri bingung untuk menjelaskannya, tetapi setelah ane bertanya langsung kepada keluarga, ane baru bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan mereka mengenai hal ini.

Teringat beberapa waktu lalu ane begitu vokal untuk menentang hal ini mengingat ane merasa tidak nyaman dengan anggapan teman-teman yang mengatakan bahwa ane ‘anak manja’ yang selalu diantar-jemput setiap kali menunaikan amanah di luar rumah. Tetapi, belakang ane justru begitu bersyukur dan menyesal mengapa tidak dari dulu ane memiliki pemikiran seperti ini, bahwa ternyata keluarga punya alasan untuk ini semua.

“Barangsiapa yg diuji dgn mendapatkan anak peremuaan kemudian ia berbuat baik kpd mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.” (Hadis Riwayat: Bukhari & Muslim)

Beruntungnya ane dilahirkan sebagai ‘pangais’ dengan tiga orang kakak lelaki yang subhanallah begitu baik. Sekali pun mereka telah berumah tangga tetapi selalu meluangkan waktu untuk mengantar-jemput ane secara bergantian. Hmm … berasa jadi tuan putri. Hehehe …

Mujahidah 1

 

Banyak yang mengatakan irinya kepada ane secara langsung, tapi banyak juga yang memandang itu adalah hal yang terlalu berlebihan. Tapi … ane berusaha untuk berprasangka baik saja. Bukankah itu artinya keluarga begitu menginginkan untuk menjaga ane dari pergaulan di luar rumah? Tidak terlalu berlebihan bila kita menyikapinya dengan pandangan dewasa bahwa itu semua dilakukan untuk senantiasa menjaga fitrah kita sebagai seorang muslimah yang harus selalu bersama dengan muhrimnya setiap keluar dari rumah untuk beraktivitas (bila kondisinya memungkinkan).

“Allah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengharuskan ibu itu masuk surga atau membebaskannya dari neraka disebabkan kasih sayangnya terhadap anak perempuannya.” (Hadis Riwayat: Muslim)

Bahkan, begitu ibu sudah habis masa bhaktinya sebagai seorang guru (dibaca : pensiun), tak segan ane meminta beliau untuk menemani segala aktivitas ane di luar rumah. Bisa bersama dengan sang bunda kemana pun kita pergi adalah moment yang begitu indah dan sayang bila terlewatkan.

Mujahidah 2

“Barangsiapa mengurus & mendidik 2 anak perempuan hingga mereka dewasa maka ia datang di hari kiamat bersamaku.” Beliau merapatkan jari-jemarinya. (Hadis Riwayat: Muslim) 

-oOo-

Mujahidah 3

Diriwayatkan dari Aisyah ra. bahwa ia berkata: “Ada seorang wanita masuk besama dua anak perempuannya seraya meminta diberi sesuatu. Akan tetapi aku tidak mendapatkan sesuatu untuk diberikan kecuali sebutir buah kurma. Aku berikan sebutir buah kurma tersebut kepadanya. Kemudian si ibu itu membaginya kepada kedua anaknya. Sementara ia sendiri tidak makan. Kemudian mereka keluar dan pergi. Ketika Nabi Muhammad SAW datang dan masuk kepada kami, aku beritahukan kisah ini kepadanya. Kemudian beliau berkata:

“Barangsiapa yang diuji dengan mendapatkan anak perempuan kemudian ia berbuat baik kepada mereka (dengan mendidiknya) maka anak perempuan itu akan menjadi penghalang baginya dari sentuhan api neraka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

-oOo-

 Notes :

Merawatnya hidup & tidak menguburkannya hidup-hidup seperti yang dilakukan oleh orang-orang jahiliyah.
Memuliakan, memelihara dengan baik & memperlakukannya dengan penuh kasih sayang, kebanggaan & penghormatan tanpa merendahkan ataupun menghinakan
Tidak mengutamakan anak laki-laki ketimbang anak perempuan dalam memperlakukan mereka 

–oOo–

Shafiqah Adia Treet

Salam 4antum

^_^

9 thoughts on “Menjaga “Bunga” Surga

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s