Persiapan Sebelum Berangkat


Assalamu’alaikum …

Perlengkapan hidup memang begitu banyak, tapi di sini Adia akan memfokuskan kepada beberapa hal,  yaitu :

Sebuah hati yang bersih

Ini memang menjadi pilar utama sebagai pelengkap hidup kita. Bukankah setiap individu pasti memiliki sebuah hati? Hati yang kita miliki hanya satu, karenanya tidak akan mungkin sulit untuk membersihkannya. Luangkan waktu untuk membersihkan hati kita selama kurang lebih 30 menit.

5 menit x 5 waktu = ibadah wajib kita

5 menit x 1 waktu = lail di malam hari

Tidak sulit bukan? Hanya butuh waktu 30 menit untuk membersihkannya. Dan Insya Allah hati kita akan terbebas dari kekotoran yang kita kenal dengan penyakit hati.

Sekantong keikhlasan

Berbicara tentang ikhlas, semua pasti mengatakan sulit. Sulit karena kita tidak pernah mau untuk mencoba. Buatlah semua menjadi mudah dengan senantiasa selalu menyerahkan semuanya kepada Allah SWT. Allah SWT yang akan membuat kita bisa ikhlas dengan menerima segala ketentuan dariNya.

Hanya kita yang mengenal kata ikhlas yang akan bisa melewati rintangan dalam hidup ini. Belajar ikhlas ketika kita ditimpakan kesempitan maupun kelapangan, maka semua akan berbuah indah. Kenikmatan yang sesungguhnya hanya bersumber dari hati yang bersih dan senantiasa tahu makna ikhlas dalam segala ketentuanNya.

Sebutir Kesabaran

Hal kedua yang sulit sekali kita aplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari setelah keikhlasan. Mencibir begitu tahu bahwa ternyata sulit ya untuk kita bersabar dengan apa yang menimpa kita. Sabar dari ujian saja sulit, apalagi sabar ketika kita mendapatkan kenikmatan. Itu lebih sulit lagi.

Karenanya, ketika kita meminta Allah SWT untuk membersihkan hati kita dengan doa dan mujahadah, maka jangan lupa sisipkan kata ikhlas dan sabar di dalamnya. Insya Allah tidak akan ada kata sulit di dalamnya. Tidak percaya? Silakan dibuktikan. ^_^

Sejumput kejujuran

Jujur itu penting dalam hidup. Jujur itu langka dalam hidup ini. Itulah ucapan klasik yang selalu terdengar. Agar jujur itu tidak langka, cobalah untuk menjadi pelopor individu yang memperkenalkan kata kejujuran agar orang lain ikut memeliharanya.

Jujur terhadap diri sendiri, jujur terhadap orang lain dan jujur terhadap Allah SWT. Kelangkaan itu akan hilang ketika kita berusaha untuk melestarikan  kejujuran itu. Buktikan bahwa kita mampu untuk melawan segala kebohongan yang ada di sekitar kita dengan modal kejujuran yang kita miliki. Siap untuk menjadi ‘Agen Kejujuran’?

Sesendok ketegaran

Hanya butuh sesendok ketegaran dalam hidup ini karena dalam hidup ini kita lebih banyak mendapatkan sebuah kenikmatan ketimbang kesusahan. Mulai dari ketika kita bercermin, ketika kita bertemu dengan orang lain dan ketika kita bertemu dengan ‘kekasih hati’ kita. Semua penuh dengan kenikmatan. Tak ada alasan untuk kita bermuram durja karena hidup ini indah dan sayang bila kita sia-siakan dengan airmata.

Tegarlah bersama mentari pagi. Tegarlah bersama teriknya siang hari. Tegarlah bersama angin senja. Dan tegarlah bersama selaksa bintang.

Semangkuk kesyukuran

Butuh porsi lebih banyak untuk menempatkan rasa syukur dalam hidup ini. Tidak perlu ditanyakan alasannya karena kita semua tahu bahwa kata syukur sangat ampuh untuk meluluhkan hati Dzat yang telah menciptakan kita. Syukur itu adalah sifat orang yang beriman. Bersyukur apabila ia ditimpa kesulitan dan bersyukur bila ia ditimpakan sebuah kelapangan dalam hidup ini.

Itulah perlengkapan hidup yang harus kita siapkan sebelum melaju dengan kecepatan tinggi untuk mengurai setiap episode kehidupan.

 

6 Comments Add yours

  1. Invincible Tetik berkata:

    Wah keren tulisannya …

    maaf baru bisa berkunjung 🙂

    Salam Adia

    1. syukron ….
      salam k Tetik … ^_^

  2. Nur Ali Muchtar berkata:

    yap, saya orang jakarta utara mbak. gawe di JIC? hari kamis minggu lalu saya baru aja jadi member perpus JIC.

    1. ^_^
      kyknya antum di atas ane setahun … jd jgn panggil mbak … hehehe …
      owh, suka ke perpus jic? wah, mampir2 dunk ke Radio JIC … tepat di bawah menara JIC …

      1. Nur Ali Muchtar berkata:

        panggilnya apa tuh??
        kebetulan kamis minggu kemarin adalah pertama kalinya saia sowan ke perpus JIC dan langsung jadi member. “ngiler” liat buku2nya. hehehe
        insyaAllah nanti kalo ke JIC lagi, saia coba mampir ke sana. silarurrahim.

        1. panggil Adia aja …

          ^_^

          otreh ,,,
          ditunggu kunjungannya …

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s