Norma itu Masih Ada


Assalamu’alaikum …

Alhamdulillah … begitu semua amanah terselesaikan, ane langsung meluncur ke 4antum untuk menyapa sekaligus bersilaturahim bersama teman-teman maya. Hmm … menariknya, ane punya sebuah sentuhan yang tanpa mengurangi rasa hormat untuk memberikan kritik juga saran kepada beberapa pihak terkait.

Tepatnya, Selasa [14/6] dini hari, ane masih berkutat dengan tugas-tugas yang bejibun hingga ane memilih untuk menyalakan televisi untuk sekedar menyegarkan penat yang ada. Begitu mata tertuju pada sebuah berita, sepertinya ane lebih menarik melihat si empunya acaranya ketimbang berita yang disajikan ke ruang dengar pemirsa.

Alhasil, kegemasan itu muncul kala ane berusaha meluncur ke stasiun televisi swasta lainnya yang bergenre serupa. Berita Malam. Alhamdulillah (sambil mengelus dada dan mengucap hamdalah) masih banyak yang mengerti akan norma itu karena mereka semua masih bisa berbusana dengan selayaknya dan semestinya.

 

Mungkin, ini hanya intermezzo yang bisa dijadikan sebagai masukan yang positif dan tidak perlu mempermasalahkan siapa yang memberitahukan, melainkan melihat dari segi kemaslahatannya untuk umat. Jangan sampai ini terus menerus didiamkan tanpa adanya tanggapan, mengingat bila kita biarkan semua akan larut pada kekhilafan. Semoga bisa diterima dengan rasa rendah hati.

Semoga kita pun masih bisa menjaga nilai-nilai luhur ketimuran mengenai bagaimana seharusnya kita berbusana dan berperilaku hingga tidak kembali ke dalam masa jahil yang penuh dengan laknat dan ujian-Nya. Tak perlu memperhitungkan siapa yang nanti akan mengatakan ‘tak modern’ atau ‘kuno’ karena sebaiknya kita memikirkan bagaimana cara menyampaikan informasi secara sopan dan bijaksana.

Berharap semua bisa mengerti akan keindahan krama Indonesia yang seharusnya mengalihkan budaya Barat yang dirasa masih tabu untuk diterapkan di negeri ini. Ingat, sebelum azab mendekat, lihatkan keluar sana … Masih banyak yang menengadahkan kedua tangannya di sepertiga malam untuk memohon perbaikan sistem di negeri ini untuk menangkis azab dari dosa-dosa orang yang tak bertanggung jawab.

Bukan ingin melebihkan sesuatu hal atau membuat semua ini menjadi hiperbola, melainkan untuk mengingatkan bahwa kita semua masih bisa menjadi lebih baik tanpa harus bersikap seperti itu. Semoga ‘kesalahan kostum’ ini tak terulang lagi bila kita tak ingin menghancurkan nilai yang sudah ada …

Sekali lagi, tak bermaksud apapun selain untuk mengedepankan kembali nilai atau norma yang sudah ada di masyarakat hingga tidak memiliki niat untuk merusak citra siapapun. Semoga tidak ada pihak yang merasa dirugikan karena ini hanya sebagai masukan dari seorang yang ingin nilai dan norma itu tetap ada untuk kebaikan semua. 

Untuk menghindari kritik, jangan kerjakan apa-apa, jangan lakukan apa-apa dan jadilah orang yang bukan apa-apa.

*** 

Nilailah mana yang benar?

Gambar 1 (TV One)

Gambar 2 (Global TV)

Gambar 3 (Metro TV)

4 thoughts on “Norma itu Masih Ada

  1. ah,..
    sy tidak begitu respect sama pmbaca berita,..
    sy pnah kcwa benar sama Chantal atas pose2 ‘atraktifny’,pengakuan dia sih baca berita kan tugas,demi profesionalitas y harus sopan dan bisa menarik simpati pemirsa

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s