Maaf, seharusnya cukup …


Assalamu’alaikum …

Terketuk diri ini untuk melambaikan tangan ketika ia menyapa, namun enggan rasanya bila aku harus melakukannya. Teringat kala ia melakukan hal yang tak terpuji kepadaku, tempo dulu.  Rupanya, luapan amarah itu lebih besar dengan rasa ingin memaafkan, hingga ia pun menghampiri karena aku tak jua merespon sapaannya.

Kata Maaf

Memang, bibir bisa berujar maaf tapi hati seolah tak rela dengan itu. Alhasil, aku masih merasakan ada luka yang membekas di hati ini. Begitu kuingat kesalahannya waktu itu, aku semakin enggan untuk menatap wajahnya. Ironisnya, ia adalah saudaraku sendiri, saudara sesama muslim. Tak mungkin aku terus begini, menjauhi diri dari apa yang tak boleh dihindari.

Ketika tanpa malu ia memelukku, rasanya begitu dingin namun bergetar hati ini. Masihkah aku harus meninggikan keangkuhannya dalam dekapan hangatnya? Bisakah aku bertahan tetap dalam pelukannya yang layak digambarkan sebagai rasa sayangnya kepadaku? Begitu tersadar, aku menatap wajahnya usai ia melepas pelukannya.

Ia tersenyum kepadaku dan mendoakan aku dengan kalimat salam. Subhanallah, begitu teduh dan lunturlah keakuanku. Dalam sekejap, tak ada lagi luka itu.

Ternyata, aku salah …

Rupanya, aku salah …

Maafin ya, Kawan ...

Aku mengerti, ketika waktu itu aku mengucap ‘ya, aku memaafkanmu’, itu semua telah usai … luka itu pun telah berlalu. Ini bukan apa-apa, ini hanya keegoisanku yang mengarah kepada dendam dan penyakit hati. Begitu tajamnya aku hingga hampir saja aku melukai saudaraku sendiri, saudara sesama muslim …

Ia sudah melupakannya, melupakan semuanya dan kesalahan waktu itu, sudah ia anggap selesai setelah ia mengucapkan kata maaf kepadaku. Kata maaf yang kala itu tetap tak bisa kuterima hingga saat ini. Namun, kini … karena ketulusannya, semua luka itu hilang dan aku bisa memaafkannya dengan ikhlas …

Perjumpaan yang singkat, namun memberikan makna yang luar biasa dahsyat. Nilai sebuah kata ‘Maaf’ …

Maaf

36 thoughts on “Maaf, seharusnya cukup …

  1. kata maaf baiknya tidak hanya di bibir saja tapi harus tertanam dalam hati…..itulah sang Pemaaf sejati yang ikhlas… ^_^

  2. Seseorang yang kuat bukan yang mampu membuat lawannya tersungkur bertekuk lutut, namun orang yang kuat yakni yang bisa menahan hawa nafsunya ketika keadaan marah

    orang yang terpuji yakni orang yang mampu membalas kketika ia disakiti, namun tidak dilakukannya

    semoga kita termasuk orang2 yang tangguh dan kuat🙂

  3. jadi ingat lagunya sherina : “….Setiap manusia di dunia pasti pernah sakit hati,hanya yang berjiwa satria yang mau memaafkan…”🙂

  4. orang yang hebat adalah orang yang mau memaafkan, lebih hebat lagi adalah orang yang meminta maaf,..
    berbesar hati mengakui kesalahan adalah kereeennn:mrgreen:

    • hmm …
      pendapat ane, butuh waktu untuk melupakan kesalahan orang lain tapi tak berarti tidak memberikan kesempatan seseorang untuk berubah … karenanya maaf pun butuh proses hingga ikhlas itu hadir … ^_^

      afwan bila salah ,,, ^_^

  5. Memohon dan memberi maaf, tidak selalu mudah tapi harus diusahakan. Tidak mudah pula untuk melupakan, tapi jadikanlah pelajaran agar tak terulang kesalahan yang sama atau bahkan kita menirunya.

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s