Sehat Itu Pilihan


Assalamu’alaikum …

Sehat memang harta yang tak ternilai harganya … menjadi berharga ketika kita sudah terbaring di rumah sakit dengan menyandang julukan seorang ‘pasien’. Kisah beberapa tahun silam menjadi refleksi ane di hari ini juga esok …

 

Kisah ane bermula …

Sepuluh tahun ke belakang …

Seminggu menjelang UAN …

“Nggak apa-apa, anak saya kecil kok … baik … makasih …” klik, telepon terputus.

“Gimana?” tanya papa ke mama.

“Ada, tapi …” sambil ngeliat ke ane yang udah kayak cacing kepanasan. “Tapi, cuma tersisa kamar anak. Yang lainnya penuh sama pasien DBD (Demam Berdarah Dengue).”

Papa ngeliatin ane.

Sumpe loe ane bakalan tidur di tempat tidur anak? gumam ane dalam hati.

Papa sama mama deketin ane.

“Nggak apa-apa ya … mama udah coba telepon RS. Mitra Bekasi, tapi penuh … rumah sakit lain yang terdekat juga penuh …”

Huufffff … apa boleh buat … akhirnya ane masuk rumah sakit yang lumayan jauh dari rumah. So, sepanjang perjalanan ane hanya bisa meringis kesakitan. Sekedar informasi, seminggu kemaren ane nggak makan apapun, soalnya setiap ane makan, setiap itulah ane muntahkan semua makanan yang masuk ke perut. Diagnosa dari dokter keluarga, katanya ane terkena penyakit tipes.

Singkat cerita, ane udah terbaring lemah di ranjang rumah sakit yang kecil … secara, ane di rawat di ruang anak. (Pertanyaannya, kok bisa muat ya? Hehehe … informasi kedua, ane tergolong imut untuk anak seusia 12 tahun … upps, jangan bilang-bilang ya … hehehe … ngeles aja bisanya).

Sehari berselang, dokter yang menangani ane dateng. Dengan cool-nya si dokter bilang …

“Mbak. xxx (nyebut nama ane) ini susah makan ya?”

“Iya nih, dok. Susah banget kalo disuruh makan …” sahut mama dengan sinis. “Makanya kalo disuruh makan tuh jangan entar-entar …”

“Keliatan kok badannya kecil banget …” ledek si dokter.

Ane cuma bisa senyum-senyum nggak jelas.

“Mbak kena tipes plus maag kronis …” kata dokter dengan nada serius. “Kalo sampe kambuh lagi, bisa fatal akibatnya. Mbak butuh perawatan intensif.”

Entah benar atau tidak, yang pasti ane sangat shock. Shock karena seminggu lagi ane akan Ujian Akhir Nasional. Masya Allah, tolonglah hambamu yang imut dan lucu ini …

 

Pelajaran berharga

Dua hari kemudian,

Whatttss … ane bakalan di interview sama mahasiswa kedokteran terkait GIZI BURUK? APA-APAAN NIYYY?

“Nggak mau …” kata ane sambil ngedumel.

“Orang cuma wawancara kok …” kata mama sama papa waktu itu.

“Emang aku anak gizi buruk apa?” kata ane nyibir.

“Makanya, bersyukur kalo sehat. Di rumah banyak makanan, malah males makan. Jadi begini deh …” seru papa sambil mengelus-elus kepala ane (kalo inget waktu itu, jadi pengen nangis … hiks …).

Selama dirawat, ane bener-bener mengambil hikmah dari semuanya. Ketika mata ane berkeliling, ada empat anak kecil yang tengah terbaring lemah di ranjangnya masing-masing. Sebagian besar di rawat karena bermasalah dengan saluran pencernaan. Ya Allah, di usia yang begitu belia, mereka harus merasakan apa yang ane rasakan saat ini. Seharusnya ane bersyukur untuk yang satu ini, bahwa ketika ane seusianya ane justru tengah berbahagia bermain bersama keluarga, teman dan kerabat. Tidak seperti mereka yang harus merasakan sakitnya di infus dan merasakan sakitnya penyakit yang kini mereka derita.

 

Muhasabah diri ...

Pelajaran lain yang ane ambil adalah bahwa kesehatan itu sangat berharga. Dimana teman-teman ane asyik belajar untuk menghadapi UAN, ane justru terbaring lemah tak berdaya. Kerugian terbesar ane yang sampai detik ini tak akan pernah bisa ane bayarkan. Ane pun merasa selama ini telah mendzalimi diri ane sendiri dengan menahan rasa lapar, sementara perut sudah meminta jatahnya untuk beristirahat, tetapi ane masih saja sibuk dengan rutinitas sendiri.

Ya Rabb, seandainya kala itu berbeda skenario-Mu, mungkin sampai detik ini ane akan terus mendzalimi diri ane sendiri.

Tiga hari sebelum UAN, ane diperbolehkan untuk pulang (walaupun dengan cara paksa). Ane menitikkan airmata dan memeluk mama dan papa. Sesibuk apapun mereka bekerja, toh mereka mau menemani ane secara bergantian. Jujur, selama ini mereka sibuk bekerja hingga waktu yang tersisa untuk ane hanya di malam hari, sepulangnya mereka dari kantor … (kayak sinetron ya … tapi ini pernah ane alami).

“Mama sama papa sayang kamu …” gumam mama dan papa.

Satu pelajaran kembali ane petik, bahwa Allah sengaja menakdirkan ini semua untuk memberikan ane motivasi dalam belajar. Biar ane lebih giat lagi belajarnya dengan Allah membuktikan bahwa mama dan papa menyimpan harapan yang sangat besar dengan ane. Ada campur tangan Allah di sini, ketika waktu mama dan papa banyak tercurah seminggu sebelum ane ujian. (ini sangat membantu ane lho sewaktu ngerjain soal-soal UAN)

Pelajaran yang bisa dipetik diakhir kisah ini, ane bisa membuat bangga orangtua juga keluarga dengan prestasi yang sangat membanggakan.

LULUS

 

Lulus UN ... Alhamdulillah ,,,

 

Alhamdulillah ane LULUS UAN dengan nilai atau NEM yang sangat memuaskan hingga ane bisa masuk ke SMP yang dicita-citakan ane dan orangtua …

Inilah kisah ane yang tak akan pernah ane lupakan. Pastinya ada lebih banyak lagi pelajaran yang ane dapatkan dari pengalaman ini. Tetapi yang perlu temen-temen garis-bawahi adalah pentingnya nikmat sehat itu kita syukuri. Jangan pernah mendzalimi diri sendiri dengan menahan-nahan rasa lapar yang sebenarnya adalah waktu otak, perut dan organ tubuh kita yang lain untuk beristirahat. INGAT, mendzalimi orang lain saja tidak diperbolehkan, apalagi mendzalimi diri kita sendiri???!!! Betul tidak??!!!

 

Kronologis ... ceritanye ... ^_^

Dzalim merupakan perbuatan yang tidak disenangi oleh Allah. Ini tegaskan dalam al-Qur’an yang berbunyi

“..dan Allah tidak menyukai orang-orang yang dzalim.” (QS 3: 57 dan lihat juga ayat QS 42:40)


“Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.”

(QS Ali Imran : 135)

Jadi,

Jaga dan syukurilah sehatmu di hari ini dan esok sebelum datang sakit kepadamu.

Artikel ini ditulis dalam rangka untuk mengikuti KONTES AKU INGIN SEHAT yang diselenggarakan oleh KAKAAKIN.

Thanks to : Kakaakin yang udah buat kontes ini hingga semua orang bisa menghargai dirinya sendiri bahwa SEHAT itu MAHAL …

^_^

 

18 thoughts on “Sehat Itu Pilihan

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s