Granada dan Islam Kini …


Assalamu’alaikum …

*) Letter From Granada

Surat untuk kita dari seorang ulama besar Marokko *)

Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Junjungan kita Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya.

Wahai  saudara kami yang memegang teguh agama mereka seperti memegang bara …

Surat ini untuk kalian dari seorang hamba Allah yang paling kecil dan paling membutuhkan ampunan dan limpahan-Nya, Ubaidillah Ahmad Ibn Bujum’ah el Maghrawi el Wahrani.

” … shalatlah, meski dengan isyarat. Tunaikanlah zakat seolah -olah itu adalah hadiah untuk orang fakir kalian sebab Allah tidak memandang rupa lahiriah kalian, tapi hati kalian. Mandi jinabatlah meski dengan berenang di laut. Jika kalian dihalang – halangi, maka shalat qadha’ di malam hari bisa mengganti shalat siang hari. Ketentuan bersuci dengan air dalam keadaan ini juga akan gugur, dan kalian cukup bertayammum, meski hanya dengan mengusap – usapkan tangan ke dinding. Jika tidak memungkinkan, maka kewajiban shalat pada waktunya gugur karena tidak adanya air dan debu, digantikan dengan mengqadha’nya di lain waktu, kecuali jika memang kalian bisa melakukan isyarat dengan tangan dan wajah ke debu yang suci, batu, atau pohon.”

“Jika mereka memaksa kalian untuk mengucapkan kalimat kafir, dan jika memang kalian bisa mengelabui mereka dengan bahasa kiasan, maka lakukanlah. Jika tidak, maka jadilah orang – orang yang tetap pada keimanan, meskipun melafalkan kata – kata kekafiran dengan mulut mereka. Dan jika mereka mengatakan : caci makilah Muhammad, mereka mengeja kata Muhammad dengan Mamet, maka caci makilah Mamet dengan niat bahwa ia adalah syetan.”

BILA INGIN SELAMAT, SEGERALAH HENGKANG DARI GRANADA

ATAU

LEKASLAH MEMURTADKAN DIRI, SERAHKAN DIRI PADA GEREJA UNTUK DIBAPTIS MENJADI KRISTIANI …

– Petikan dari Novel Granada by Radwa Ashour –

^_^

Postingan ini membuat ane terluka luar dalam …

Bila dulu muslim itu begitu memegang teguh keimanannya pada Islam, tapi kini semua berbanding terbalik.

Apa bedanya?

Penjajah Muslim tetap mengumandangkan keganasannya. Bila dulu dengan kekerasan, kini berubah dengan Film, Food, Fashion.

Terlalu bodohkah kita untuk menyadari itu semua?

Sadarlah bahwa kini kita tengah dijajah habis – habisan, maka dari itu beristiqamahlah …

Ane harap antumers mengerti dan bisa mengambil ibrah dari postingan ini …

Ini Ramadhan, kembalilah kepada fitrahnya … untuk kembali menjadi suci …

Iklan

26 thoughts on “Granada dan Islam Kini …

  1. buktikan sebagai muslim yang benar, bukan cuman islam ktp, alhamdulillah kelahiran putra ke-2 kami doa’nya dalam nama yg diberikan yaitu Haqqi Muslim Habibi, semoga jundi kecil ini menjadi Muslim yang benar dan dicintai oleh RabbNya, agar tidak ada lagi kamuflase, banyak topeng yg terlalu kuat melekat, bahwa dia mengaku islam tp kelakuannya jauh dari muslim yang benar, mohon doa’nya dari ikhwan & akhwat fillah.

  2. Sampai kapanpun yang namanya Yahudi tetap saja menjadi orang-orang yang dilaknat oleh Allah SWT… Hati-hati terhadap pemikiran orang-orang Yahudi yang nyeleneh. Moga Allah tetap memberikan keistiqomahan pada kita dengan keislaman kita sampai akhir zaman

  3. Assalamualaikum…..

    Sudah menjadi ketetapan Allah, “tidak akan ridho kepadamu orang-orang Yahudi dan Nashrani sampai kalian mengikuti agama mereka”,… ketidakridhoaan ini telah berevolusi dari masa ke masa, dan sampai pada zaman ini bentuk ketidakridhoaan tersebut sudah sangat samar dan halus sehingga tanpa iman yang kokoh akan sulit diidentifikasi.

    • wa’alaikumsalam …
      ^_^

      eh ada k Masdin … hehehe …
      sepakat k …
      memang sudah digariskan seperti itu … makanya kita harus terus memegang tali Allah …
      karena agama yang paling diridhoi Allah adalah Islam.
      (Innadinna Indallahil Islam)

      ^_^

  4. “Kenapa wanita haidh mengqadha’ shaum namun tidak mengqadha’ shalat? ‘Aisyah Radhiyallah ‘anha langsung bertanya balik kepadanya, “Apakah kamu ini berpaham haruriyyah (khawarij)?!” maka si wanita tersebut menjawab, “Aku bukan seorang yang berpaham haruriyyah. Namun aku benar-benar bertanya.”

    Maka ‘Aisyah menjawab : “Dulu kami juga mengalami haidh pada masa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa Sallam, maka kami diperintah untuk mengqadha’ shaum (puasa) namun kami tidak diperintah untuk mengqadha’ shalat.” (HR. Al-Bukhari 315, Muslim 335).

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s