Belanja (tapi) …


Assalamu’alaikum …

Bila anda seorang pedagang, jangan menganggap bahwa semua orang yang mampir atau berkunjung ke toko kita adalah pembeli atau pasar kita. Tidak semua yang berkunjung dan melihat-lihat barang-barang yang kita jajakan di toko kita adalah orang yang berniat membeli, bisa saja mereka semua hanya ingin “window shopping” saja.

Lihat saja di sebuah pusat perbelanjaan yang sesak dengan khalayak. Berjubel untuk mencari – cari apa yang mereka cari. Tak jarang penjual mengeluhkan sepinya pembelian walaupun kenyataannya banyak orang yang bertandang ke tokonya. Mereka berkata “Sing Tuku Ora Teko – Teko, Sing Teko Ora Tuku – Tuku”. Artinya, Yang beli tidak datang – datang dan yang datang tidak beli – beli. Pernyataan Jawa tersebut memang sederhana namun bila kita menjadi seorang pedagang memang cukup miris bila yang si pembeli tak jua kunjung datang dan yang datang hanya sekedar melihat – lihat tanpa berkenan membeli.


Ada – ada saja orang menilai tapi itulah keluhan yang seringkali didengar dari seruan beberapa pedagang atau penjual. Walaupun tidak semua demikian, tetap saja para penjual atau pedagang manapun mengharapkan setiap pasar atau calon pembeli yang datang ke tokonya berkenan membeli barang dagangannya yang dijajakan. Katanya, biar dapur tetap mengepul.

Tidak boleh banyak berharap, namun tetap optimis dengan dilandasi oleh pelayanan yang memuaskan serta tahu betul apa yang diinginkan oleh pasar adalah kunci sukses seorang pengusaha (pedagang ataupun penjual). Intinya, juallah atau sediakanlah barang – barang yang dibutuhkan oleh calon pembeli atau pasar. Dalam artian kita harus menjual barang berdasarkan permintaan pasar agar pembeli yang datang membeli barang yang kita jual karena meraka membutuhkan, bukan sekedar pemuas mata dan nafsu belanja saja. Usahakan barang yang kita jual dapat menjadi manfaat bagi si calon pembeli.


Dengan begitu, pernyataan di atas dapat dirubah menjadi “Sing Tuku Wis Teko, Sing Teko Wis Tuku…”

Nah …
Solusi ada karena usaha dan usaha ada karena do’a. Dengan do’a dan usaha segalanya menjadi bisa …

Dapur tetap mengepul, usaha makmur, keluarga pun bersyukur …

Satu pelajaran yang bisa kita ambil adalah bahwa berpikir positif atas segala sesuatu merupakan kunci untuk membuka pintu kesuksesan kita. Apapun usaha kita bila kita bisa berpikir positif terhadap lingkungan sekitar, sudah bisa dijamin segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar dengan bantuan pelumas do’a …

Untuk berbagi silakan berkunjung ke website penulis di http://www.4antum.wordpress.com.

24 Comments Add yours

  1. D3pd berkata:

    Selamat siang penghuni rumah yang baik… 😀

    DIRGAHAYU RI 65 – Salam Generasi Muda Bangsa Indonesia

    Semangat ~ Sehat ~ dan Sukses Selalu

    Salam… 😉

    1. salam 4antum …

      ^_^

      semangat ’45 y …

  2. darahbiroe berkata:

    hmmm
    karena dari itu ada yang namanya pembeli potensial
    gak smua org calon pembeli potensial
    belanja baju lebaran nuy bentar lagi
    😀

    Maaf lama gag silaturahim
    karena blognya kena suspend
    ayo jalin silaturahim kembali
    kerumah baruku : http://darahbiroe.com/
    ditunggu lho :-p

    1. ^_^

      ok … langsung menuju tekape … hehehe …

  3. A Seen berkata:

    harga mahal tapi tak banyak petani yang bisa kaya, sungguh premanisme

  4. isdiyanto berkata:

    yuk BELANJA . . . .

    1. ^_^

      Maacih udah mau berkunjung balik …

  5. FiyaFiya berkata:

    Pokoknya kalau jadi peDagang harus jujurR PAda pelanggan. Biar uang yg masuk berkah. Hehe

  6. anggar_berkawand berkata:

    Asskum.. kawand….
    kunjungan perdana ne…!!
    SALAM BERKAWAND ….

    1. wa’alaikumsalam wr.wb.

      salam4antum … ^_^

  7. rudi berkata:

    fotonya keren mba….ambil gambar di mana..? ada yang kurang dari foto itu…foto tukang buah duku gak ada…pdahal tukang buah duku tuh unik2…he..he..

  8. aryadevi berkata:

    he eh banyak yang cuma cuci mata, eh tapi ada saja yang bermula liat doang,jadi berniat beli karena pesona penjual…dari bicara ,tampilan, desain ruangan, tapi utama keramahtamahan dan mutu barang.

    1. ^_^

      tapi jangan sampe konsumerisme juga c …
      selalu siapkan list yang memang benar2 dibutuhkan kalo mau belanja … ^_^

      *tips hemat* hehehe …

  9. tunsa berkata:

    hehe…aku suka yang mi:
    “Sing Tuku Ora Teko – Teko, Sing Teko Ora Tuku – Tuku”
    “Sing Tuku Wis Teko, Sing Teko Wis Tuku…”

    “singo singoho…” ada nggak mbak bahasa itu? hehe

    1. ^_^

      nggak tau ya ane … hehehe … maaf …

    2. tunsa berkata:

      hehe…berarti cuma pekalongan y… *smile*

      1. ^_^

        hehehe …

        Tunsa dari pekalongan?

        1. tunsa berkata:

          iya…kenapa?

  10. tunsa berkata:

    pertamax deh kayaknya

    1. ^_^

      kayaknya pak guru yang pertamax … hehehe …
      anda belum beruntung, cobalah sekali lagi … hihihi …

  11. Bangauputih berkata:

    Sing Tuku Wis Teko, Sing Teko Wis Tuku, artinya apa toh?
    iya, nggak enak banget kan jadi pedagangnya kalo kita udah liat-liat dagangan orang, nanya ini-itu tapi satu pun nggak kebeli… 🙂

    1. artinya yang beli sudah datang, yang datang sudah beli …
      jadi semuanya untung karena jual-beli terjadi (adanya transaksi yang Insya Allah menguntungkan kedua belah pihak)

      ^_^

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s