Delman, riwayatmu kini …


Assalamu’alaikum …

Semalam abis nonton “Info City Jakarta”, jadi mau posting ini … mengenai delman yang sudah mulai tersisihkan. Delman itu kendaraan transportasi tradisional yang beroda dua, tiga atau empat yang tidak menggunakan mesin tetapi menggunakan kuda sebagai penggantinya.

Nama kendaraan ini berasal dari nama penemunya, yaitu Charles Theodore Deeleman, seorang litografer dan insinyur di masa Hindia Belanda. Orang Belanda sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama dos-Γ -dos (punggung pada punggung, arti harfiah bahasa Perancis), yaitu sejenis kereta yang posisi duduk penumpangnya saling memunggungi. Istilah dos-Γ -dos ini kemudian oleh penduduk pribumi Batavia disingkat lagi menjadi ‘sado’.

delman di tengah kota

semangatnya delman

delman tetap yang terdepan

18 Comments Add yours

  1. ada sejarahnya yg lbih lengkap gak ?????
    perlu bgt niii ????^_^
    klo ada post yaa:)

  2. A Seen berkata:

    kangen juga pingin naik delamn

  3. ariefien berkata:

    hoho pngen bnget naek delman, klu gerobak dah pernah… mngkin sama aj kali ya… πŸ™‚

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ^_^

      rasanya beda … makanya kita perlu melestarikan delman …

  4. achoey berkata:

    Ntahlah, saya takut deh kalau naik delman
    Soalnya kan takut kudanya ngamuk πŸ˜€

    di cibinong saya masih suka melihat ada delman yg lewat, tapi kayaknya cuma satu apa dua gituh πŸ˜€

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ^_^

      kan ada pak kusir yang siap mengendalikan, kang achoey … hehehe …

  5. yoriyuliandra berkata:

    1. Wa’alaykumussalam
    2. Info menarik
    3. Pengen naik delman… :mrgreen:
    4. Terima kasih…

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ^_^

      syukron … salam …

  6. BlogCamp berkata:

    waduh kirain bahasa Jombangan rek ternyata Londo lagi Londo lagi.
    Terima kasih infonya

    silahkan mengikuti acara dalam rangka menyambut 1st BlogCamp’s Anniversary.
    salam hangat dari Surabaya

    1. Shafiqah Treest berkata:

      syukron untuk undangannya … ^_^

  7. mila berkata:

    Di Jogja masih banyak Delman koq mba, gak tersisih ma yang laen πŸ™‚

    1. Shafiqah Treest berkata:

      alhamdulillah kalo begitu …

      di jakarta, banyaknya cuma di Monas az … hehehe …

      ^_^

  8. Asop berkata:

    Di Bandung masih banyak lho delman.
    Tapi ya itu, kotoran kudanya ga ditampung, bikin bau dan kotor jalan. Jalan yang mulus jadi ada bercak hijaunya. Hiiiiii… 😦

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ^_^

      wah, perlu dilestarikan tuh … hehehe …

  9. wawansri berkata:

    Alhamdulillah …
    udah pernah naik yg kayak gini…

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ane juga udah pernah, kang … ^_^

  10. aryadevi berkata:

    iya, delman…riwayatmu kini…

    1. Shafiqah Treest berkata:

      ^_^

      yuphz … prihatin dey …

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s