Bidadari Kunang-Kunang Bagian 2


Bidadari Kunang – Kunang (part 2)


Seperti biasa, Bunda selalu menceritakan atau membacakan sebuah cerita untuk aku dan kakakku. Itu hal yang selalu dilakukan setiap malam sebelum kami tidur. Aku, Devvani Putti dan adikku, Amelia Putti selalu memilih cerita apa yang nanti akan diceritakan oleh Bunda di malam hari. Seperti malam ini, aku dan Amel – panggilan adikku – sudah memutuskan agar Bunda bercerita tentang kisah si Katak dan si Belalang. Aku senang mendengarkan suara lembut Bunda yang tengah menceritakan dengan semangat kisah si Katak yang berteman dengan si Belalang. Tak berapa lama, tanpa aku sadari aku telah terlelap dibuai mimpi. Mungkin adikku pun sama denganku. Sebelum keluar dari kamar, Bunda mencium keningku dan kakakku, lalu membetulkan posisi selimut kami. Suara lembut Bunda terdengar samar membaca doa tidur untuk aku dan Amel. Sebuah senyum manis milik Bunda mengakhiri malam ini.

Malam berikutnya …

jam telah menunjukkan pukul delapan malam, itu artinya aku dan Amel harus siap – siap tidur. Sebelum tidur Ayah menggiringku dan Amel ke kamar mandi untuk menggosok gigi. Karena aku dua tahun lebih tua dari Amel, maka aku sudah tak perlu lagi dibantu oleh Ayah menggosok gigi. Giliran Amel yang dibantu Ayah menggosok gigi.

“Amel, pegang sikat giginya begini. Coba lihat Ayah sama kak Vani.” Ujar Ayah. Amel membetulkan posisi sikat giginya dibantu dengan Ayah.

“Yah, Bunda kok nggak ikut sikat gigi sih?” tanyaku polos kepada Ayah yang tengah sibuk mengajari Amel menyikat giginya.

“Bunda sikat giginya belakangan. Sekarang ‘kan Bunda lagi rapiin tempat tidur Amel sama Vani. Biar Amel sama Vani nyenyak tidurnya.” Terang Ayah.

“Owhhh gitu …”

“Amel sama Vani nanti mau didongengin apa sama Bunda malam ini?” tanya Ayah padaku dan Amel.

“Amel nau ongeng ella, Yah …”

“Nggak ah, bosen cinderella terus … Vani mau dongeng yang lain.”

“tata naunya ongeng apa? Gumam Amel setelah selesai menggosok gigi.

“Apa aja, asal jangan cinderella lagi …”

“Ya udah yuk, kita ke kamar … waktunya …”

“Tidurrrrrr ….” Jawabku serentak dengan Amel.

Sesampainya di kamar tidur, aku mendapati Bunda telah selesai merapikan temapt tidurku dan tempat tidur Amel.

“Bundaaaaaaa … “ aku dan Amel berlari memeluk Bunda. Bunda memelukku dan Amel.

“Udah gosok giginya?” tanya Bunda padaku dan Amel.

“Udah dong … nih …” aku menunjukkan gigi putihku ke Bunda, Amel mengikutiku juga.

“Amel uga, Unda …utih tan?” celoteh Amel seraya menunjukkan giginya yang belum semuanya tumbuh.

“Oce … yuk kita bobo …” Ujar Bunda sambil membantuku dan Amel naik ke kasur.

“Ayah keluar dulu ya sayang … Ayah mau kunci pintu dulu … Met bobo, Devani sayang” Ayah mencium keningku. “Met bobo Amelia sayang …” Ayah pun mencium kening Amel. Setelah itu Ayah keluar kamar.

“Hari ini dongeng apa, Bunda?” tanyaku pada Bunda.

“Ehmmm… Malam ini Bunda mau dongeng kisah Bidadari Kunang-Kunang.”

“Kok itu lagi sih?” protes aku.

“Ah tata, ga papa. Amel suka elitanya …” gumam Amel.

“Yang ini lain sayang … bukan cerita yang di buku, tapi ini dongeng karangan Bunda sendiri … mau dengerin nggak?”

“Mau … mau … mauuuu …” aku dan Amel kegirangan.

Bunda memakaikan aku dan Amel selimut lalu mengambil posisi yang enak di antara aku dan Amel. Sesekali Bunda membelai rambutku dan mencium kening Amel.

“Begini ceritanya … “

Aku dan Amel diam untuk mendengarkan cerita Bunda.

“Pada suatu hari, Bunda berdoa untuk meminta sesuatu kepada Allah SWT. Setiap hari Bunda berdoa agar apa yang Bunda inginkan dapat terkabul. Bunda tahu mungkin memang belum saatnya Bunda memilikinya, tapi Bunda terus berdoa agar apa yang Bunda mau dapat terkabul …”

“Unda minta apa emangnya na Allah?” tanya Amel penasaran.

“Ssstttt … Amel, Bunda belom selesai ceritanya tau …” kataku pada Amel.

“ … Ternyata penantian Bunda nggak sia – sia, sayang … akhirnya do’a Bunda terkabul. Allah SWT memberikan apa yang Bunda mau. Bunda seneeeenggg banget. Apalagi Allah SWT memberikan apa yang Bunda mau lebih dari apa yang Bunda harapkan. Sebuah kado terindah yang pernah Bunda terima. Yang bikin Bunda lebih seneng lagi, Allah SWT memberikannya tepat di hari ulang tahun Bunda. Beberapa lama kemudian, Bunda diberi kado yang sama indahnya di hari yang Ayah dan Bunda nantikan …”

“Bunda, Bidadari Kunang-Kunangnya mana? Vani udah mulai ngantuk nih …” kataku dengan nada kesal karena bosan.

“Iya sayang, sebentar … dengerin dulu cerita Bunda …”

“Tau ni tata … tata bawel ahhh …” Amel menimpali.

“ … Kira – kira beberapa tahun, kado yang Bunda terima menjadi sebuah bidadari yang sangat indah dan menyenangkan. Setiap hari Bunda rawat dua bidadari pemberian Allah SWT itu dengan penuh rasa kasih dan sayang. Ayah dan Bunda sampai detik ini selalu menjaga dan menyayangi dua bidadari itu …”

“Kok Bunda nggak cerita kalo Ayah sama Bunda punya bidadari? Vani mau liat dong Bunda …” Rajukku. Disusul dengan rajukkan Amel.

“Kalian udah lihat bidadari Ayah sama Bunda kok …”

“Ahh, Bunda bohong. Amel sama Vani belum pernah liat bidadarinya Ayah sama Bunda.” Tukasku.

“Kalian tahu siapa bidadari Ayah dan Bunda?” tanya Bunda kepadaku dan Amel. Aku dan Amel menggeleng. “Bidadari Ayah dan Bunda adalah kalian. Bagi Ayah dan Bunda, Devani dan Amelia adalah Bidadari Kunang-Kunang yang selalu menyinari rumah ini dan membuat hari-hari Ayah dan Bunda menjadi menyenangkan. Kalian berdua yang Ayah dan Bunda sayang. Devani Putti dan Amelia Putti adalah kado terindah yang diberikan Allah SWT untuk Ayah dan Bunda. Ayah dan Bunda sayang kalian …” Bunda menciumku dan Amel. Dibalik pintu kamarku yang tak tertutup rapat, kulihat Ayah yang tengah tersenyum kearah aku, Amel dan Bunda.

Bunda memeluk aku dan Amel. Bunda berbisik, “Bunda sayang kalian. Kalian adalah bidadari kunang-kunang Bunda. I LOVE U …”

Ayah masuk ke kamar dan langsung ikut memelukku dan Amel. “Ayah juga sangat sangat dan cinta kalian … Ayah sayang kalian …”

Malam ini aku merasa menjadi bidadari kunang-kunang seperti yang Bunda katakan. Vani dan Amel akan berusaha menjadi yang terbaik dan akan selalu menyinari rumah dan hari-hari Ayah dan Bunda.

* Kami yang sayang dan cinta Ayah dan Bunda …WE LOVE U …

(Devani Putti dan Amelia Putti)

8 Comments Add yours

  1. Darin berkata:

    Ceritanya asyik..
    Ditunggu cerita2 selanjutnya 🙂

  2. A Seen berkata:

    kisah pengantar tidur memang amat mengenang buat si kecil, apalagi dengan mkisah2 tauladan, good idea bu

  3. Pesona Muslim berkata:

    Salam..beberapa waktu lalu kami coba tlp ke no yg ukhti berikan,tapi kami dengar ukhti sakit?atas nama admin pesona muslim kami doakan ukhti cepat sembuh dan bisa tersenyum lagi

  4. Keluarga yang indah.

    Pengen dah!

  5. yanrmhd berkata:

    assalamu’alaikum,,
    wah, cerita yang indah…keluarga yang saling menyayangi,
    subhanallah ^_^

  6. wawansri berkata:

    kunjungan pagi…

  7. aryadevi berkata:

    salam lagi, menambah manis dicampur madu arab dan gula sumbawa ^____^

  8. aryadevi berkata:

    salam manis untuk mba ^_^

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s