Al-Qur’an pun Mengajari kita demokrasi


Assalamu’alaikum …

Hmm … intermezzo sejenak setelah sibuk dengan aktivitas yang selalu dikejar deadline …

Deadline Pertama

Karya ane yang ke sekian harus selesai di awal Mei sementara ane harus dituntut untuk jadi kutu buku sesaat dengan alasan UAS yang semakin mendekat … (hehehe … sistem SKS gitu dey … jadi malu …)

Deadline Kedua

Schedule interview YMYW (Yang Muda Yang Wirausaha) wajib berhubung ane harus tetep eksis di  YMYW Community dengan PROFILE YMYW untuk bulai Mei.

Deadline Ketiga

Atasan yang udah sadar bahwa marketing itu penting.  Alhasil ane yang diamanahkan untuk jadi asisten beliau untuk mengelola semuanya.

Diterima aja semua kesibukan walaupun Ummi Risma selalu mengatakan bahwa jangan pernah menyepelekan rutinitas yang padat yang nantinya berbuah kurang baik untuk kesehatan. (selalu teringang tausiyah beliau …)

Oke …

Kembali ke topik yang akan ane posting. Hmm … kalo kita baca judulnya, pasti antum udah pada bisa nebak apa yang akan ane posting …

Yup …

Ane akan bahas ayat – ayat Al – Qur’an tentang demokrasi.

Pasti pernah rapat atau diskusi ‘kan?

Nah, diskusi itu termasuk ke dalam musyawarah yang juga merupakan perwujudan dari demokrasi.

Demokrasi itu sendiri berasal dari bahasa Yunani yang berarti pemerintahan yang berasal dari rakyat dan rakyatlah yang memegang kedaulatan suatu negara. (Kalo di Indonesia, siapa yang memegang kedaulatan ya kalau suara rakyat aja udha jarang didengar lagi????) ^_^

Penekanan demokrasi dalam ajaran Islam adalah musyawarah dalam mengambil suatu keputusan atas suatu masalah yang didasari oleh argumentasi / alasan. Apabila terjadi perselisihan, sebaiknya jangan dilanjutkan untuk mencegah perpecahan.

Dalam surat Ali Imran ayat 159 :

Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakal kepada-Nya.

Surat Asy Syura ayat 38 dan Surat An Nahl ayat 125 diisyaratkan bahwa segala persoalan, baik yang berkaitan dengan keluarga, masyarakat, organisasi, maupun urusan negara hendaknya dimusyawarahkan.

Pengertian musyawarah adalah perundingan atau berembuk bersama antara dua orang atau lebih untuk mendapatkan keputusan (jalan keluar) yang lebih baik, Musyawarah dilihat dari arti kata syawara yang pada mulanya bermakna ‘mengeluarkan madu dari sarang lebah’. Makna ini kemudian berkembang sehingga mencakup segala sesuatu yang dapat diambil atau dikeluarkan.

Madu dihasilkan oleh lebah. Jika demikian, pihak yang bermusyawarah itu hendaknya bagaikan lebah. Lebah adalah makhluk yang sangat disiplin, memiliki kerja sama yang sangat mengagumkan, makanannya berasal dari sari kembang. Hasilnya adalah madu dan dimana pun hingga ia tidak pernah merusak dan tidak mengganggu. Itulah gambaran musyawarah dan mestinya demikian pula sifat orang yang melakukannya.

Tujuan hidup manusia adalah selamat, sejahtera, aman dan damai di dunia dan akhirat. Bagaimana mungkin manusia dapat hidup rukun bila mereka tidak mau bermusyawarah dan senantiasa bertikai serta saling mempertahankan pendapat yang belum tentu benar. Berselisih pendapat yang berakhir dengan permusuhan, pertikaian, dan perusakan dilarang oleh Allah SWT. Namun, berbeda pendapat dibolehkan dan dibenarkan karena merupakan rahmat Allah SWT dan menggambarkan k

12 Comments Add yours

  1. Rafli berkata:

    Demokrasi bukan bagian dri Islam..dalam islam cm ada musyawarah dan demokrasi bedah dengan musyawarah..

  2. wahid banjary berkata:

    Dalam Demokrasi ada unsur-unsur kebaikan….!
    tapi apapun nama demokrasinya, semua bukan syariat Islam.
    cintailah syariat Islam.!

  3. yoriyuliandra berkata:

    Btw, sukses untuk semua aktivitasnya.
    Have a nice day
    🙂

  4. yoriyuliandra berkata:

    Dan yang tidak kalah penting *mungkin* adalah bahwa di negara kita,

    Democracy is still considered to be the most possible manner to reach the dream of “rahmatan lil ‘alamin”.

    Tapi emang jangan sampai kebablasan ya… Semua kan ada tuntunannya.

  5. yanrmhd berkata:

    ‘demokrasi’ yang dibangun dalam Islam jauh lebih mulia dari demokrasi kapitalis…
    kedaulatan ada ditangan Allah, bukan rakyat…dan suara rakyat bukan suara Tuhan *afwan, sekedar koreksi atas demokrasi sekarang ini ***

    tetap semangat!! mencari dan berbagi kebaikan… ^_^

    1. Shafiqah Treest berkata:

      afwan … ^_^

      syukron udah mengingatkan …

  6. aryadevi berkata:

    ane simpan aje deh, dijadikan referens ^_^

    1. Shafiqah Treest berkata:

      otteh k arya … ^_^

  7. Mas Joe berkata:

    idzin menyimak ya dan slam kenal. banyak banget neh ilmu disini sukses selalu

  8. Asop berkata:

    Demokrasi yang sekarang sudah kebablasan…

    1. Shafiqah Treest berkata:

      hehehe … yuphz …

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s