Sayangku pada-Nya


Tak terbersit sedikit pun rasa sayang ini dulu, dan kini aku menyesal setelah semuanya pergi, namun tak pergi lama…

Kala itu, aku tengah menjadi kucing liar yang selalu memanjat dinding tetangga. Berusaha mencuri – curi kesempatan untuk dapat bisa mendapatkan kesenangan yang kuinginkan.

Semua berselang, kupikir Ia tak mungkin melihatku, Pemeliharaku. Tapi itu semua terlihat jelas olehNya. Wajah penuh dosa ini terlihat jelas olehNya. Malahan, Ia tersenyum dan mencoba kembali percaya padaku.

Ketika semuanya kulakukan dengan congkak tanpa mempedulikanNya, tanpa berusaha untuk mencoba menjadi peliharaan yang baik.

Hingga ku sadari bahwa ada teguran manis yang pernah kurasakan seumur hidupku di suatu hari.

Teguran itu begitu membelenggu hingga aku ingin selalu menurutiNya dan ingin menjadi yang terbaik untukNya.

Kini, sayangku padaNya bertambah dan tak henti ini bulu halusku hendak beradu manja dengan belaian penuh kasih milikNya.

Sungguh, aku telah melakukan kesalahan, namun Ia tetap memafkan dan tetap menjadikanku sebagai peliharaanNya yang terbaik. Aku ditempatkan pada posisi teratas.

Sayangku padaNya…

Aku menyayangiNya walaupun mata ini ‘buta’…

Aku menyayangiNya walaupun raga ini tak dapat ‘melihatNya’…
Mungkin nanti, aku dapat melihatNya….

TeruntukMu, Pemilik alam ini, sungguh, aku hanyalah hamba yang senantiasa diingatkan akan penyimpangan yang telah terlakukan…

Teguran termanisMu, menyadarkan aku akan satu hal, bahwa sesungguhnya, Engkau dekat dan senantiasa melihatku…

Maafkan atas khilaf ini Ya Rabb…

Iklan

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s