Ikhlas Kunci Dunia


Luapan amarah tak dapat terbendung lagi. Bagaimana tidak, semua yang telah kuperjuangkan dan kuangannkan selama ini telah terhempas oleh sebuah takdir yang tak bisa kuterima sampai detik ini.

Aku berteriak sekeras – kerasnya. Hanya belaian lembut di bahu yang kurasa. Aku menangis sejadinya dan tak peduli lagi akan malu. Begitu aku sadar bahwa aku telah di lewat batas. Aku menyebut asmaNya.

Nama yang selama ini tertinggal jauh di ujung hati.    Lagi – lagi aku mengingat semuanya. Hilang dan lenyap meninggalkan kenangan yang begitu merasuk.

Aku kehilangan dia…

Setelah semua yang telah dijalani dan ketika semua telah dipersiapkan dalam sebuah makna yang sakral.

Aku kehilangan dia…

Ketika semuanya telah setuju dan yakin akan tanggung jawabku.

Kini hanya tinggal aku dan dia di foto itu. Tak mungkin lagi Ia datang memelukku untuk sejenak menenangkanku.

Mengapa rasa ikhlas itu belum bertengger di hati ini?

Egokah aku ketika Dia lebih mencintainya daripada aku?

Sadarkah aku bahwa gadisku lebih bahagia bersamaNya?

Aku tersenyum dan tertawa ketika melihat sajadah itu. Sajadah tempatku bersujud setiap waktu dan menggumamkan do’a nan syahdu dan khusyuk…

Ya Rabb,

Engkau lebih mencintainya daripada aku, maka kembalikanlah ia dan tempatkanlah ia di tempat yang teristimewa, di singgasana penuh nikmat yang telah Kau janjikan dalam kitabMu…

Ya Rabb,

Lekang sudah duka ini, hangat sudah jiwa ini karena firmanMu dan lenyap sudah airmata ini mengingat bahwa aku pun juga akan menyusulnya, menyusulnya menuju singgasana keagunganMu…

Ku syukuri nafas ini hingga nanti garis hidupku berhenti dari dunia ini…

*) Sebuah kisah yang ku tulis untuk seseorang yang telah menyadari akan pentingnya sebuah keikhlasan dan tetap memandang bahwa ajal bukanlah perhentian, namun permulaan dari sebuah kehidupan yang baru. Tetap berpikir positif hingga kau temui hikmah dari semua detik yang telah terlalui.

Kecupan hanya untuknya dan teriring do’a yang begitu tulus kusampaikan, semoga sampai kepadanya …

11 Comments Add yours

  1. Popcorn's Teen berkata:

    Yap, kita mesti ikhlas.

    Tulisan ini inspiratif.

  2. Lia berkata:

    Subhanallah..begitu terharu aku membaca potingan ini, semoga dia diberikan tempat terindah disisi Nya dan amal ibadanya selama hidup diterima oleh Nya..semoga yang ditinggalkan diberikan kelapangan dan keikhlasan

  3. betapa susahnya mencari ilmu ikhlas 🙂
    salam kenal, baru mampir..

  4. Bee'J berkata:

    suatu saat nanti, keikhlasanpun akan berbicara…
    -salam persahabatan-

  5. rizki berkata:

    setiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati
    mungkin itu ya teh
    doa adalah senjatanya seorang muslim
    semoga dikuatkan

    salam kenal

    oiya, sekalian ijin nge link blognya ya?!
    hehehe
    makasih ^^

    1. Shafiqah Treest berkata:

      oc rizki …

      salam kenal …

      ane linkback y … ^_^

  6. wawansri berkata:

    ikhlas kata yg mudah diucapkan tp susah dijalankan…

  7. sunarnosahlan berkata:

    ikhlas juga kunci akhirat

  8. KutuBacaBuku berkata:

    Sesuatu yang keluar dari hati, maka akan kembali berlabuh ke hati juga mbak. Perbanyaklah kesabaran, karena ia lebih dekat dengan surga dan lebih menunjukkan ketaatan kepada Rabb …

  9. sikupu berkata:

    Allah memberi kebaikan di balik semua.

  10. aryadevi berkata:

    iya terus berpikir positif, karena tidak ada berhenti sebenarnya dalam hidup ini..biarpun mati tapi ruh kita tetap hidup terus…sampai ke hadapan Allah.

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s