Cinta Bersemi di balik Prasangka Hati


Assalamualaikum …

Ana baru berazzam untuk tak lagi menganggapnya sebagai sosok yang menakutkan dan perlu dijauhi, tapi Allah SWT tampaknya sudah menjodohkan ana untuknya.

Kami berdua bertemu secara tak sengaja. Luluh dan cairlah suasana yang tadinya begitu beku. Keramahannya membuyarkan semua prasangka ana kepadanya.

Jilbabnya yang berwarna hitam rupanya tak menutupi kebijaksanaan dirinya.

Subhanallah, begitu indahnya ukhuwah ini terjalin ketika kita mau dengan tulus dan ikhlas membenahi hati kita dengan niat yang benar-benar karena untuk mengharapkan ridhonya …

Tak lama, ponsel ana berdering dan ana lihat di layar ada pesan baru untuk ana. Ana membacanya, ternyata pesan dikirim oleh guru ana mengajak ana untuk MUNASHARAH PALESTINE. Berkumpul di dekat rumah untuk sama-sama berorasi di MONAS …

Alhamdulillah, ternyata tangisan rakyat Palestine terdengar sampai telinga ana. Ana membalas pesan dan menyatakan dengan penuh penyesalan ana tak bisa mengikuti munasharah tersebut karena kondisi ana yang masih labil.

Beliau mengerti …

“It’s OK … Syafakillah ya ukh …” begitu balasan darinya.

Ana melanjutkan perbincangan dengan wanita yang sudah pernah ana benci kesumat (afwan …)

Ana hanya bisa menghela nafas dan bertobat secepatnya … memohon ampun karena telah berprasangka buruk kepada sosok yang begitu baik …

Afwan ya bunda XXX …

^_^

9 thoughts on “Cinta Bersemi di balik Prasangka Hati

  1. Alhamdulillah…
    Allah Ta’la aja memaafkan hamba yg berbuat begitu banyak maksiat, megapa kita tdk ??? pertanyaan ini mungkin akan sedikit menghilangkan keangkuhan kita…Insya Allah

  2. assalamualaikum
    sudah sewaktunya saling memaafkan. jangan lagi ada permusuhan. jika kita melihat kesalah, kita hanya diperintahkan untuk menasehatinya, merubah sesuai kemampuan kita.

    apa yang kita sampaikan tidak wajib utk diterima. jadi tak ada rasa kecil hati atau benci jika nasehat kita tidak diindahkan oleh yang lain.

  3. sudah sewaktunya setiap manusia membuang rasa benci terhadap manusia. rasa benci hanya diciptakan untuk perbuatan buruk..bukan pelakunya selama dia masih bisa memperbaikinya..

    begitulah contoh dari Rosulullah -sholallahu a’laihi wasallam- bagi kita.

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s