Halal tapi dibenci, gimana dunkz …?


Assalamu’alaikum …


Alhamdulillah ane bisa kembali posting …

Kali ini, ane mengambil tema ‘Perceraian’ dalam postingan ane … walaupun ane belum get married, tapi sudah banyak yang request untuk mengupas masalah ini.

Pernikahan dan Perceraian


Kenapa harus ada perceraian kalau Allah SWT sudah menjodohkan kita padanya? Apa perceraian juga termasuk takdir?

Memang sedang marak ya kawin – cerai … di sini mungkin contohnya adalah para artis yang ada di infotainment, tapi kalau kita lihat ke luar, memang banyak kasus serupa (yang bukan artis juga ikut kawin – cerai lho …)

Suatu fenomena yang ane rasa sangatlah negatif dan tidak patut untuk ditiru …

Diriwayatkan oleh Bukhari, Ibnu Abbas berkata :

“Allah menciptakan perceraian setelah pernikahan.”


Hmm …

Jadi bingung … yuk kita kupas lebih jauh berdasarkan sudut pandang Islam …

Barang Halal yang Peling Dibenci Alah SWT adalah Sebuah Perceraian …

Diriwayatkan dari Maharib bin Datsar dari Ibnu Umar bahwa dia berkata, “Rasulullah bersabda,

“Sesuatu yang halal yang paling dibenci oleh Allah SWT adalah perceraian.” (HR. Abu Dawud)


Mengapa Allah menghalalkannya padahal Allah sendiri membencinya?

Pertanyaan itulah yang sering dijadikan senjata bagi para misionaris yang ingin menyesatkan umat Islam.

“Dan di antara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir”

(Ar-Rum : 21)

Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui dan pahami agar kita tidak salah kaprah dalam mengartikan hal tersebut sehingga kita bisa menjawab dengan tegas apabila ada yang menanyakan hal tersebut di atas.

Perceraian wajib hukumnya, apabila :

  • Jika perbalahan suami isteri tidak dapat didamaikan lagi
  • Dua orang wakil daripada pihak suami dan isteri gagal membuat kata sepakat untuk perdamaian rumahtangga mereka
  • Apabila pihak kadi berpendapat bahawa talak adalah lebih baik
  • Jika tidak diceraikan keadaan sedemikian, maka berdosalah suami

Perceraian haram hukumnya, apabila :

  • Menceraikan isteri ketika sedang haid atau nifas
  • Ketika keadaan suci yang telah disetubuhi
  • Ketika suami sedang sakit yang bertujuan menghalang isterinya daripada menuntut harta pusakanya
  • Menceraikan isterinya dengan talak tiga sekali gus atau talak satu tetapi disebut berulang kali sehingga cukup tiga kali atau lebih

Perceraian sunnah hukumnya, apabila :

  • Suami tidak mampu menanggung nafkah isterinya
  • Isterinya tidak menjaga maruah dirinya


Bagaimana tuntunan al-Quran tentang masalah ini?

Islam telah mengatur mengenai perceraian ini dengan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya. Ketentuan Islam mengenai perceraian ini perlu disosialisasikan agar orang mengetahui bagaimana Allah Swt. menjelaskan adab dan tuntunan kepada mereka yang akan bercerai. Kalau aturan ini diikuti, mungkin 99 % perceraian bisa dikembalikan untuk bersatu.

Menurut al-Quran, seorang suami yang menceraikan istrinya pada masa suci dan istrinya sudah digauli, cerainya tidak sah. Begitu pula jika istrinya sedang masa haid, suami menceraikan, cerainya tidak jatuh. Agar perceraian dikatakan sah, perceraian itu harus dihadiri dua orang saksi laki-laki yang adil. Dua orang saksi ini tidak bisa diganti perempuan. Kenapa harus laki-laki? Karena perempuan sering mudah terbawa oleh emosi. Kalau dalam jual beli, satu laki-laki dua perempuan dapat dibenarkan, dalam masalah rumah tangga harus dua orang laki-laki.

Rumah tangga itu bukan permainan. Orang ingin menikah saja proses yang ditempuh cukup panjang, biaya yang dikeluarkan cukup banyak, panitia dibentuk selama sekian bulan. Masa gara-gara sedikit emosi suami mengatakan, “Kamu saya cerai”, lalu jatuh talak? Apa dampaknya? Rumah tangga akan berakhir, anak akan mengalami pukulan yang berat, kemudian dua keluarga yang pernah menyatu dan mengasihi akan berubah saling memusuhi.

Banyak kejadian, ketika suami sudah menceraikan istrinya, kemudian diantarkan pulang ke rumah orang tuanya, setelah sekian lama mereka ingin rujuk kembali ada rasa gengsi. Suami malu, istri juga takut diomongkan orang. Lalu datanglah campur tangan orang ketiga yang memanas-manasi, belum lagi ada pria-pria iseng yang memang gemar mencari wanita-wanita yang statusnya janda muda. Ada pepatah mengatakan, biasanya rumput di halaman sendiri kelihatan kuning, kalau rumput tetangga kelihatan hijau. Kalau istri sendiri yang mengadu, mungkin dia tanggapi dengan acuh tak acuh. Tapi kalau istri orang lain yang mengadu, atau perempuan yang sedang sendiri, maka disambut dengan penuh perhatian dan didengarkan seluruh keluh-kesahnya. Ini merupakan salah satu fitnah dalam kehidupan rumah tangga.

Bahwa perceraian tidak langsung jatuh begitu kata cerai diucapkan, ada contohnya pada zaman Rasulullah. Suatu hari, sahabat Umar bin Khathab menjumpai putranya Abdullah menceraikan istrinya pada saat datang bulan. Maka oleh Umar dibawalah anaknya ini ke hadapan Rasulullah. “Ya Rasul, anak saya menceraikan istrinya ketika istrinya datang bulan.”

Rasulullah langsung mengatakan, “Hai Abdullah, tarik istrimu kembali, tunggu sampai dia suci dan belum digauli. Bila dia telah suci dan pada saat itu kamu telah berpikir secara matang ingin menceraikan istrimu, ceraikan dia sebelum kau sentuh dia.”




One thought on “Halal tapi dibenci, gimana dunkz …?

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s