peran ANRI


PERAN ARSIP DALAM KEHIDUPAN

BERBANGSA DAN BERNEGARA

Upaya Mewujudkan Masyarakat Sadar Arsip”

Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati serta menghargai jasa para pahlawan dan orang-orang yang memiliki andil besar terhadap pembangunan serta sejarah perjalanan bangsa.

Pernyataan di atas benar adanya karena bangsa yang besar adalah bangsa yang bisa menghargai sejarah dan jasa para pahlawannya. Untuk menjadi bangsa yang besar, diperlukan sistem pemerintahan yang transparan, efektif dan didukung oleh suatu sistem administrasi pemerintahan yang baik. Untuk itu pengelolaan arsip dalam suatu sistem administrasi pemerintahan menjadi suatu keharusan dan mutlak untuk dilakukan dengan baik dan terorganisasi.

Seperti yang dikemukakan oleh Liv MykIand, dalam sebuah kongres kearsipan internasional tahun 1992, bahwa dunia tanpa arsip adalah dunia tanpa memo, tanpa kepastian hukum, tanpa kebudayaan, tanpa ilmu pengetahuan, tanpa sejarah, dan tanpa identitas kolektif. Menurut UUD Nomor 7 Tahun 1971, arsip adalah naskah‑naskah yang dibuat, dan diterima oleh lembaga ‑ lembaga negara dan badan ‑ badan pemerintah dalam bentuk corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka pelaksanaan kegiatan pemerintahan atau naskah‑naskah yang dibuat dan diterima oleh badan ‑ badan swasta dan pemerintah atau perorangan dalam bentuk corak apapun baik dalam keadaan tunggal maupun berkelompok, dalam rangka kehidupan kebangsaan. Arsip merupakan salah satu sumber informasi yang dapat menjadi penunjang proses kegiatan administrasi maupun birokrasi. Arsip juga merupakan indikator penyelenggaraan sistem pemerintahan yang baik.

Sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, arsip sebagai identitas dan jati diri bangsa, serta sebagai memori, acuan, dan bahan pertanggungjawaban dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara harus dikelola dan diselamatkan oleh negara. Berdasarkan fungsi arsip yang sangat penting tersebut maka  harus ada menajeman atau pengelolaan arsip  yang baik sejak penciptaan  sampai dengan penyusutan. Inilah yang melatar-belakangi didirikannya Lembaga Kearsipan Nasional yang dinamakan dengan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI). Secara yuridis ANRI dimulai sejak kemerdekaan bangsa Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945, namun secara de facto ANRI sudah ada sejak tanggal 28 Januari 1892 ketika Pemerintahan Hindia Belanda mendirikan Landarchief karena      tokoh – tokoh pada masa itu beranggapan bahwa keberadaan arsip sangat penting sebagai penunjang administrasi pemerintah. Lembaga ini bertujuan untuk menyelamatkan arsip – arsip penting yang concern menangani hal yang berhubungan dengan kearsipan.

Mengingat pentingnya peran arsip, maka kesadaran akan pentingnya peran arsip bagi bangsa dan negara harus dimiliki oleh seluruh lapisan masyarakat. Upaya untuk mewujudkan masyarakat sadar arsip dapat dilakukan dengan cara seperti, sejak dini masyarakat membiasakan diri untuk mengumpulkan atau mengoleksi naskah – naskah atau dokumen penting baik dokumen pribadi maupun dokumen negara. Karena dengan mengumpulkan atau mengoleksi dan memelihara arsip, kita dapat mengenang sejarah, kenangan, sekaligus dapat menjadikan arsip sebagai bukti fisik suatu hal yang dapat bermanfaat di kemudian hari. Lalu, pandai – pandailah membudidayakan sikap sadar arsip dalam bidang pertahanan dan keutuhan bangsa, agar jangan sampai kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia  (NKRI) menjadi runtuh. Tengok saja permasalahan perebutan Wilayah NKRI Sipadan dan Ligitan yang jatuh ke tangan negara lain karena lemahnya arsip yang dimiliki oleh pemerintahan Indonesia.

Pentingnya arsip akan sangat dominan di dalam sistem pemerintahan bila kita menyadari bahwa bangsa Indonesia terdiri dari berbagai pulau yang tersebar dari Sabang sampai Marauke. Dimana dalam hal ini, harus didasari oleh             arsip – arsip yang berisikan mengenai pendataan, pengidentifikasian, dan topografi pulau – pulau yang merupakan bagian dari satu kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia agar tidak terjadi lagi sengketa perebutan kekuasaan wilayah dan pengakuan negara lain terhadap wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Arsip adalah aset bangsa yang sangat penting dan tak tergantikan karena di dalamnya terekam data seluruh aspek keutuhan NKRI. Arsip akan menjadi bukti jika aspek-aspek tersebut dipersoalkan pihak lain. Arsip juga akan menjadi pusat memori dan sumber referensi bagi generasi mendatang untuk mengawal keutuhan NKRI. Hal inilah yang seharusnya memicu masyarakat untuk menyadari betapa pentingnya peranan arsip bagi bangsa dan negara Republik Indonesia.

Penggalakan sistem kearsipan dalam rangka mewujudkan masyarakat sadar arsip selain yang telah di bahas di atas, kita pun juga harus memperkuat lembaga kearsipan dan instansi – instansi lain karena lembaga kearsipan tidak mungkin berjalan sendiri. Karena itu, lembaga kearsipan juga harus bersinergi dengan lembaga – lembaga lain. Mengubah paradigma arsip tak kalah penting, dari paradigma aspek fisik menjadi paradigma informasi, sehingga mindset arsip merupakan pengelola atau pengolah informasi dan bukan lagi hanya naskah usang yang harus dimusnahkan. Biasakan pula diadakan pembinaan dan pengawasan yang berkesinambungan agar ada evaluasi dan perbaikan dalam sistem pemeliharaan arsip. Upaya lainnya adalah pengembangan kearsipan dari segi sumber daya manusia. Alangkah baiknya bila pengelolaan arsip ditangani oleh sumber daya yang memiliki tingkat profesionalisme yang tinggi, sehingga penanganan kearsipan dapat berjalan secara maksimal. Hal tersebut sangat perlu dipertimbangkan mengingat sumber daya manusia adalah penggerak, perencana, pelaksana, dan pengendali kearsipan. Sebaiknya lembaga kearsipan memilih arsiparis yang dapat diandalkan, berkualitas dan berkomitmen untuk meraih kunci keberhasilan lembaga kearsipan itu sendiri.

Memory can fail, but what is recorded will remain. Kata bijak tersebut dapat menjadi pedoman atau acuan bagi kita untuk lebih memahami betapa besarnya peran arsip. Arsip atau rekam jejak yang dapat berbentuk dokumen atau naskah tertulis, data digital, film / video, foto, arsip suara dan lain – lain perlu diarsipkan dan dijaga dengan baik kelengkapannya sebagai bukti konkrit atau sumber informasi untuk menjaga khasanah budaya bangsa dan negara Indonesia dan atribut kelengkapan administrasi kenegaraan. Dengan begitu, apabila          sewaktu – waktu arsip tersebut hendak dijadikan bukti atau digunakan untuk      hal – hal yang bersifat kenegaraan akan mudah dicari. Perlu dipahami juga bahwa arsip memiliki nilai guna yang yang berkelanjutan dan juga nilai guna yang berfrekuensi menurun, tapi bukan berarti hal tersebut membuat nilai arsip menjadi tidak berharga lagi. Justru hal tersebut akan memberikan nilai tambah bagi arsip itu sendiri sebagai arsip antik yang otentik dalam konteks kurun waktu jangka panjang dan itu akan memungkinkan arsip menjadi penting dan dicari banyak kalangan masyarakat.

Tidak hanya itu, bila kita menilik lebih jauh tentang arsip, kita akan melihat eksistensi kearsipan sebagai suatu ilmu pengetahuan. Sebagai ilmu pengetahuan, kearsipan  memenuhi syarat-syarat universalism, organized, disinterestedness dan communalism. Semua itu  dikemukakan sebagai justifikasi terhadap  eksistensi kearsipan. Oleh karena itu, kedudukan dan peranan arsip menjadi layak untuk diperhitungan dan diprioritaskan.

Banyaknya yang menyalahgunakan arsip dan berpandangan bahwa arsip hanyalah pelengkap administrasi negara hingga seringkali diabaikan atau malah dimusnahkan adalah tindakan yang dapat merugikan dan bukanlah suatu tindakan yang dibenarkan karena hal tersebut dapat menurunkan citra dan martabat bangsa itu sendiri karena menurut World Bank ada lima syarat untuk mewujudkan tata pemerintahan yang baik (good governance), yaitu adanya efisiensi dalam manajemen sektor publik, menciptakan akuntabilitas publik, tersedianya infrastrukur hukum, adanya sistem informasi yang menjamin akses masyarakat terhadap inforrnasi yang berisi kebijakan, dan adanya transparansi dari berbagai kebijakan. Dan untuk mewujudkan itu semua harus didukung oleh sistem administrasi yang efektif, akuntabel dan transparan seperti yang telah dijelaskan di awal pembahasan.

Seharusnya, kita lebih memiliki rasa ingin menjadi salah satu masyarakat yang sadar akan pentingnya arsip karena seiring dengan perkembangan teknologi, disadari atau tidak, keberadaan arsip akan diperlukan untuk hal – hal yang bersifat kenegaraan atau pun keperluan pribadi. Untuk melayani masyarakat apabila membutuhkan sesuatu yang berhubungan dengan kearsipan, Lembaga kearsipan (ANRI) mengundang seluruh lapisan masyarakat untuk berkunjung ke Gedung ANRI dan  juga menyediakan layanan online bagi siapa saja yang membutuhkan akses kearsipan dan informasi secara cepat mengenai hal yang berhubungan dengan arsip tanpa perlu datang langsung ke Gedung ANRI. Tak bisa dipungkiri bahwa pelayanan yang diberikan ANRI ini dapat memudahkan seluruh lapisan masyarakat untuk mendapatkan informasi tentang dunia arsip baik dari segi sejarah arsip sampai dengan Undang – Undang yang mengatur Tata Kearsipan. Dengan begitu, masyarakat dapat lebih leluasa mendalami ilmu di bidang kearsipan dan sadar akan pentingnya pemeliharaan arsip.

Bila arsip dikatakan sama dengan bahan pustaka, maka dapat dikatakan bahwa arsip dan bahan pustaka berbeda namun, memang memiliki persamaan mendasar yaitu sama – sama membutuhkan pemeliharaan dan pelestarian. Memiliki kesadaran akan pentingnya arsip dan lembaga yang menangani bidang kearsipan harus ada di setiap individu. Tak ada salahnya bila kita memulainya dari diri sendiri dan hal tersebut akan menjalar ke orang lain untuk bersama – sama kita menjaga kekayaan bangsa dan meninggikan martabat serta menjaga      identitas negara Republik Indonesia.

Semoga upaya – upaya yang telah dikemukakan di atas memberikan sedikit masukan dan pencerahan bagi pembaca agar semakin bertambah masyarakat yang peduli dan sadar akan peran penting arsip dan lembaga terkait. Mungkin upaya sederhana di atas dapat dijadikan sebagai pertimbangan atau bahkan referensi dan bermanfaat bagi pembaca.

Seperti pernyataan yang berada di awal, untuk menjadi bangsa yang besar, kita harus bisa menghargai jasa para pahlawan dan sejarah perjalanan bangsa yang dimana kedua hal tersebut dapat kita temukan dalam kearsipan kenegaraan.

Satu hal yang perlu diketahui bahwa, bila kita menjaga kearsipan baik kearsipan pribadi maupun negara berarti kita turut menjaga identitas dan martabat bangsa dan negara.

*) Referensi dari berbagai sumber

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s