Percepatan Waktu


Kultum yang akan saya sampaikan kali ini adalah syair yang diuraikan oleh Ummi Risma pada pertemuan di akhir Januari 2010.

Pada pertemuan di akhir bulan Januari 2010 ini, Ummi membahas tentang Percepatan Waktu dimana Ummi menjadikan Imam Syafi’i sebagai contohnya. Sebelum menuju ke materi yang akan dibahas, ada baiknya kita mengulas sejenak tentang Imam Syafi’i.

Imam Syafi’i r.a (150 H – 204 H)

Sebelum beliau dilahirkan, keluarganya telah berpindah ke Palestina kerana beberapa keperluan dan bapanya terlibat di dalam angkatan tentera yang ditugaskan untuk mengawal perbatasan Islam di sana.

Beliau dilahirkan di desa Gaza, masuk kota ‘Asqolan pada tahun 150 H. Saat beliau dilahirkan ke dunia oleh ibunya yang tercinta, bapaknya tidak sempat membuainya, karena ajal Allah telah mendahuluinya dalam usia yang masih muda. Lalu setelah berumur dua tahun, paman dan ibunya membawa pindah ke kota kelahiran nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wassalam, Makkah Al Mukaramah.

Beliau membesar di kota Makkah, di kota tersebut beliau ikut bergabung bersama teman-teman sebaya belajar memanah dengan tekun dan penuh semangat, sehingga kemampuannya mengungguli teman-teman lainnya.

Setelah itu beliau mempelajari tata bahasa arab dan sya’ir sampai beliau memiliki kemampuan yang sangat menakjubkan dan menjadi orang yang terdepan dalam cabang ilmu tersebut. Kemudian tumbuhlah di dalam hatinya rasa cinta terhadap ilmu agama, maka beliaupun mempelajari dan menekuni serta mendalami ilmu yang agung tersebut, sehingga beliau menjadi pemimpin dan Imam atas orang-orang.

Dari kisah Imam Syafi’i kita bisa lihat bahwa beliau telah melakukan percepatan waktu dari anak seusianya. Beliau telah mengalami percepatan waktu hingga ia menjadi seperti sekarang ini.

Dari contoh di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa ada hal – hal yang harus diperhatikan untuk bisa melakukan percepatan waktu seperti Imam Syafi’i.

1. Kesadaran untuk melakukan percepatan.

2. Memiliki visi dan misi hidup

3. Pandai melakukan efisiensi waktu / melakukan prioritas untuk melakukan hal – hal yang lebih penting terlebih dahulu, barulah melakukan hal lainnya.

4. Menerapkan konsep efisiensi,

Seperti yang tertulis dalam surat Al – Hasyr ayat 18

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Surat An – Nahl ayat 10 – 11

Dia-lah, Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu.  Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.

5. Masuk ke dalam lingkungan yang kondusif.

6. Belajar terus – menerus seumur hidup

7. Memotivasi diri untuk melakukan percepatan waktu.

One Comment Add yours

  1. yani berkata:

    betul2 nasihat yang mengena buatku… dahulukan prioritas, susaaaaah banget 😦

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s