Amanah, Korupsi dan Rutan


Hhhhuuuuuaaaa …

Astagfirullah …

semakin berat az niy tanggung jawab ane …

sekretaris ok, bawahan atasan juga udah, desainer office juga udah dijalani, sekarang harus kembali turun gunung menjadi penanggung jawab keuangan and staff asistensi juga …???

Tambah lagi jadwal yang harus disisipkan ke dalam buku schedule. Amanah bertambah berat euy …

^_^

Limit waktu buat ngerampungin novel ane jadi keulur ‘n ke tunda terus … mudah – mudahan ada hikmah di balik ini semua … berusaha berpikir positif az dey …

Insya Allah tidak akan pernah merugi bila dilaksanakan dengan hati ikhlas.

Postingannya mana ya … baca yuk …

ooOoo

Postingan hari ini mungkin seputar geramnya ane ngedenger berita rutan pondok bambu … weleh – weleh … itu penjara apa villa di Puncak? segitu komplitnya … Artalyta pindahan rumah niy ceritanya???

Ok, kalo yang ini …

mirisnya negara ini karena dihuni oleh orang – orang yang tidak tahu terima kasih atas keringat rakyat yang selalu menyuarakan keadilan. Jangan selalu menengok ke atas, Pak Presiden … coba sekali – kali menjadi sosok pemimpin dunia yang bijak di zaman Rasulullah … Yang dibutuhkan rakyat saat ini bukan janji atau belas kasihan, tapi lebih kepada tindakan bapak – bapak di atas sana yang saat ini menjadi wakil rakyat …

Jeritan kami semakin terdengar kala anak – anak kami mengeluh kelaparan … jangankan rutan milik Artalyta, gubug saja kami tak punya. anda menerima suap, anak kami tanpa suapan sedikit pun …

Jangan sampai kami turun tangan … jangan sampai kami sebagai rakyat mengambil alih negara karena sudah tidak percaya lagi dengan wakil rakyat kini … jangan salahkan kami bila sekarang kami berteriak meminta keadilan karena kami sudah muak dengan semua tindakan wakil rakyat yang selalu memikirkan dirinya sendiri …

Cobalah sedikit berderma … ingatlah kami yang pernah memilih bapak – bapak dan ibu – ibu yang kini duduk di kursi wakil rakyat dan tahta kepemimpinan. tanpa kami, kalian semua tak ada harganya … memakan uang kami seenaknya tanpa mau tahu bagaimana keadaan kami di bawah sini …

Atas nama jeritan kaum yang sudah muak dengan tindakan menjijikan di atas sana …

Uang bukan segalanya di kuburan nanti …

Uang tak ada harganya dan tak bisa membeli amalan untuk masuk surga …

Uang bukan jaminan kalian semua terlepas dari pintu neraka …

Uang kami yang dirampas akan berteriak, teman …

Bertobatlah sebelum kalian mati …

^_^

Iklan

2 thoughts on “Amanah, Korupsi dan Rutan

  1. ck ck ck ck ck, ikut sedih ane Jeng. Tapi kalau melihat penyebabnya maka tak salah bila hal seperti itu terjadi. Berikut point penting yang ane mau bilang
    1. Dari awalnya aja yaitu hukumnya aja bikinan manusia, bukannya merendahkan martabat saya sendiri sebagai manusia tetapi memang hukum yang dibuat oleh manusia tidak akan selengkap hukumNya
    2.Nafsu akan mendapatkan dunia sangat hebat sehingga rela mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan usaha yang kecil.
    Semoga pendapat saya dapat diterima & bila tidak berkenan saya minta maaf 😀

    • maacih buat comment’y …

      walau bagaimana pun hukum itu harus adil … apalagi negara kita adalah negara hukum. kalau hukum aja udah bisa dibeli dengan orang yg berduit, bagaimana nasib kita yang nggak punya duit??

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s