Perdagangan Bebas atau FTA (Free Trade Agreement)


Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Hendrawan Supratikno, menilai negara dihadapkan pada posisi dilematis menghadapi penerapan perjanjian perdagangan bebas atau FTA (Free Trade Agreement) dengan China yang mulai berlaku 1 Januari 2010.

Perjanjian perdagangan bebas (FTA) merupakan implementasi dari paham liberalisme yang memercayai dua prinsip dasar, yakni kompetisi dan partisipasi (Robert Dahl, Polyarchy, 1971). Dalam perspektif hubungan internasional, liberalisme memercayai bahwa negara-negara dalam menjalin interaksi akan melakukan kooperasi lantaran telah terjadi interdependensi di seluruh negara di dunia.

Konsep interdependensi berdasar pada premis David Ricardo tentang keuntungan komparatif, yakni manakala negara A sanggup memproduksi sepatu lebih efisien ketimbang negara B, sedangkan negara B lebih mahir mencetak mi, maka kedua negara tersebut lebih baik bekerja sama dengan jalan, negara A mengekspor sepatu dan mengimpor mi.

Demikian sebaliknya negara B lantaran otomatis akan terjadi efisiensi dalam produksi (Scott Burchill, et all, 2006). Namun, inti dari perspektif liberalisme, aktor utama yang berperan merundingkan kepentingan negara adalah individu dan atau sekelompok individu, bukannya negara. Jadi, manakala Pemerintah Indonesia menandatangani kesepakatan perdagangan bebas dengan China, dalam kacamata liberal, pemerintah sesungguhnya mewakili kepentingan sekelompok individu yang diharapkan akan sanggup bekerja sama dengan pihak lawan.

Dalam hal ini, pemerintah kala memutuskan sepakat dengan FTA tahun 2004 mengasumsikan bahwa para pengusaha lokal kita akan sanggup berkompetisi dan berkooperasi dengan para pengusaha China. Indikatornya, mungkin saat itu pemerintah kita melihat Indonesia sanggup mencatatkan surplus dalam neraca perdagangan, yakni sebesar USD1,1 miliar pada 2007 dengan China.

Namun, tanpa diduga, akibat hantaman krisis global dan maraknya penetrasi barang hasil industri manufaktur China, Indonesia menderita defisit neraca perdagangan sebesar USD3,6 miliar pada 2008. Karena itu, pemerintah sebagai aktor utama yang semula mewakili kepentingan pengusaha yang menghendaki liberalisasi tidak boleh lari dari tanggung jawabnya.

Menurut Hendrawan, FTA mengakibatkan barang-barang dari China akan membanjiri Indonesia.      Ini akan membuat konsumen senang karena semakin banyak barang murah. Namun, para pengusaha terancam usahanya.

“Dengan masuknya barang-barang murah dari China, rakyat senang harganya murah, tapi bagaimana dengan pengusahanya? Sebenarnya dengan begini negara di posisi dilematis,” kata Hendrawan dalam diskusi mingguan bertajuk “Ketika Produk China Menyerbu” di Warung Daun, Jalan Cikini, Sabtu (19/12/2009).

Hendrawan mengatakan, pemerintah tidak mampu membuat peraturan yang konkret dalam menghadapi FTA ASEAN-China. Bahkan, saat ini pemerintah juga belum memiliki strategi dan arah yang jelas untuk melindungi industri dalam negeri.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sofjan Wanandi mendesak pemerintah terus memperjuangkan penundaan atau memodifikasi perdagangan bebas alias Free Trade Agreement (FTA) ASEAN-China. Pemerintah jangan mementingkan prestige atau jaga image (jaim) karena terlanjur malu telah menyepakati FTA namun mengorbankan industri dalam negeri.

Iklan

2 thoughts on “Perdagangan Bebas atau FTA (Free Trade Agreement)

    • sebelumnya …
      Shafiqah mw say thx buat aldriy atas kunjungan n commentnya …

      sebenarnya tujuan diselenggarakannya perdagangan bebas adalah membentuk (establish) kelancaran perdagangan dan investasi, dengan mencapai persetujuan dengan mitra dagang dan investasi secara cepat dan mantap karena alasan alasan yang tidak terbatas pada kedekatan secara geografis.
      atau bisa dikatakan bertujuan untuk memperluas pangsa pasar untuk mensejahterakan negara masing – masing.
      mengenai dasar pelaksanaannya adalah wujud dari perjanjian yang di lakukan oleh SBY dan Perdana Menteri Jepang di tahun 2007 yang mana kedua belah pihak menyepakati apa yang ada dalam perjanjian tersebut.
      untuk lebih jelasnya silakan klik http://www.isei.or.id/page.php?id=5jun095.

      semoga aldriy puas dengan jawabannya …

      ^_^

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s