Anak Shaleh & Cerdas …


‘Abdullah Nashih ‘Ulwan menyebutkan beberapa strategi atau kaidah asasi yang bisa ditempuh untuk mendidik anak secara baik agar anak  qurrota’ayun dapat terwujud dalam keluarga.

Pertama, strategi ikatan. Yakni mengikat anak atau meletakkan anak dengan ritual-ritual keagamaan. Mengikat anak dengan amalan ibadah (shalat, puasa, sedekah dan lain-lain), meletakkan anak dengan masjid, Al-Qur’an, dzikrullah,amalan-amalan sunnah (puasa Senin-Kamis, shalat Dhuha, shalat Tahajjud dan lain-lain) merupakan langkah nyata untuk mewarnai kepribadian anak dengan warna agama. Hal ini bisa ditempuh dengan metode pembiasaan serta keteladanan dari orang tua dan pendidik,sehingga anak memiliki kecintaan kepada kemakrufan secara mendalam.

Kedua, strategi peringatan. Yakni menanamkan pengertian dan pemahaman terhadap ajaran agama secara terus menerus kepada anak, sehingga tumbuh pada diri anak kebencian terhadap kemaksiatan dan kejahatan. Misalnya, peringatan dari kemurtadan, kekufuran, perjudian, minum minuman keras, pornografi dan lain sebagainya. Menurut Nashih ‘Ulwan’, strategi peringatan merupakan faktor asasi yang dapat mencuci otak anak dari pikiran pikiran kotor, paham –paham sesat dan batil. Lebih dari itu, kesadaran dan keimanannya dapat berfungsi sebagai benteng kokoh yang menolak segala pikiran sesat dan pengaruh orang-orang yang rusak.

Ketiga, strategi kerja sama. Yakni perlunya kerjasama yang harmonis antara rumah, sekolah, dan masjid dalam melaksanakan pendidikan anak. Masjid perlu berperan aktif dalam hal ini pengurus masjid perlu melakukan pembenahan prosesi pendidikan agama (ta’lim-ta’lim atau kajian keagamaan) di masjid dengan manajemen yang rapi dan terencana. Anak pun perlu terus dimotivasi untuk lekat dengan masjid. Masjid adalah rumah Allah yang didalamnya bertaburan rahmat dan hidayah-Nya. Tidak mungkin anak qurrota’ayun terwujud jika anak dan orang tua lepas dari masjid. “Muslim tanpa masjid” memang merupakan fenomena umat kekinian yang sangat menyedihkan. Bagaimana mungkin seorang muslim dekat dengan Allah jika ia tidak pernah ‘bersilaturahmi’ ke rumah-Nya? Rajulun qalbuhu mu’allaqun bil masajid (seseorang yang hatinya terikat dengan masjid)-sebagaimana disebut dalam sebuah hadits- merupakan profil hamba Allah sejati, yang akan senantiasa mendapatkan curahan rahmat, hidayah dan perlindungan dari-Nya. Dan anak qurrota’ayun adalah anak yang selalu lekat dengan masjid.

Terdapat dua kunci pokok untuk mewujudkan Anak Sholeh dan Cerdas, yakni :

1. Ketaatan kedua orang tuanya kepada Allah SWT.

Sejauh mana anak bisa berada di dalam lingkungan rumah tangga yang sakinah, mawaddah wa rahmah.

2. Optimalisasi dan pengembangan kecerdasan secara sistematis di sekolah.

Dalam hal ini orang tua harus cerdas dalam memilihkan sekolah untuk anaknya. Fazhfar bi dzatid din taribat yadak, demikian sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadits tentang pemilihan jodoh. Pilihlah yang memiliki agama, niscaya engkau akan selamat. Dan, sekolah adalah ‘jodoh’ orang tua untuk mewujudkan Anak Sholeh dan Cerdas. Maka, pilihlah sekolah yang bagus pembinaan agamanya. ‘Nikahilah’ sekolah yang ‘cantik’ kehidupan agamanya, niscaya Amak Sholeh dan Cerdas akan merekah indah di dalam keluarga anda.

Kesimpulan

Anak yang sholeh dan cerdas dikonstruksi oleh bangunan keagamaan yang baik, sehingga hanya dapat diwujudkan dengan jalan mendekatkan anak dengan agama atau dengan memberikan pendidikan agama yang baik kepada anak dan merupakan langkah antisipasif terhadap bencana kebobrokan akhlak anak. Dan itu perlu dijalankan dengan penuh kesungguhan, keuletan, dan strategi yang tepat.

Jika kita menginginkan kecerdasan intelektual dan emosional anak kita berkembang secara optimal, mulailah dengan mengasah kecerdasan spiritualnya. Mulailah dengan memberikan bekal keagamaan dan pembinaan rukhiyah anak sejak dini secara kontinyu dan intensif.

Pendidikan anak yang dijalankan dengan prinsip tabsyir (menggembirakan hati anak) jauh lebih efektif dibandingkan dengan pendidikan yang selalu menekan dan meneror jiwa anak. Pujian dan penghargaan dan motivasi kepada anak perlu diberikan secara proporsional.

Memperkenalkan pribadi Nabi SAW sejak dini akan menjadi pondasi penting pembangunan akhlak Islam pada anak-anak. Agar dapat memudahkan jalan bagi pembentukan kepribadian anak yang sholeh dan cerdas maka keteladanan orang tua merupakan faktor yang sangat menentukan. Oleh karena itu selaku orang tua yang bijaksana dalam berinteraksi dengan anak memperlihatkan sikap yang sesuai dengan kepribadian yang sholeh sehingga anak dapat dengan mudah meniru dan mempraktekkan sifat-sifat orangtuanya.

Dengan demikian antara anak sholeh dan cerdas dengan metode pendidikan Nabi SAW terdapat hubungan timbal balik yang sangat erat. Anak sholeh dan cerdas dilahirkan dengan menggunakan metode pendidikan Nabi SAW. Sebaliknya metode pendidikan Nabi SAW dapat menjadikan anak sholeh dan cerdas yang jiwanya selalu dihiasi oleh tiga cinta sejati ; cinta Al-Qur’an, cinta Nabi dan keluarganya, serta cinta orang-orang sholeh. Itulah generasi masa depan yang diharapkan mampu mewarnai lembaran kehidupan ini dengan kemuliaan, ketentraman dan kebahagiaan sejati. Maka seorang anak yang telah dibentuk menjadi anak yang sholeh dan cerdas melalui metode pendidikan Nabi SAW akan melahirkan pribadi-pribadi anak yang dapat dibentuk secara efektif melalui metode pendidikan Nabi SAW.

One thought on “Anak Shaleh & Cerdas …

  1. Ping-balik: martadinata

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s