Awas Lahan Kosong … !!!


Zaman sekarang, orang tidak boleh lihat kesempatan, pasti langsung disikat. Ada celah sedikit, langsung serobot. Ada lowong sedikit, langsung berebut. Apalagi ada lahan kosong, pasti mati – matian di perjuangkan malah banyak fasilitas umum yang dipergunakan untuk hal – hal yang menguntungkan sepihak.

Inilah yang namanya hidup yang dinamis. Mencari penghidupan yang layak dari sebuah lahan yang nantinya akan membawa keuntungan. Kalau kita bicara tempo dulu, pasti sangat jauh berbeda dengan sekarang. Dulu, ada bejibun lahan yang siap untuk digunakan baik untuk pribadi maupun untuk umum. Tapi sekarang, saya tidak bisa jamin dan yakin ada lahan untuk menghidupi beberapa keluarga. Bila pun ada, pasti sudah dijadikan dunia metropolitan atau usaha lain yang pemiliknya rata – rata orang yang berdasi dan berpangkat.

Lahan kosong memang sangat berharga dan dapat dimanfaatkan untuk segala keperluan tapi lebih banyak untuk mendirikan sebuah usaha baik itu kios, pertokoan mini, atau tempat – tempat lainnya yang kiranya mampu menjadi lahan basah untuk si empunya.

Intinya, tidak boleh ada lahan nganggur, pasti sudah dijadikan tempat – tempat untuk mengais rezeki. Contohnya, jalanan yang sebagiannya dijadikan tempat parkir kendaraan, emperan jalan dijadikan sebagai tempat untuk berdagang dan masih banyak lagi.

Semakin terbatasnya lahan kosong di kota besar, membuat semuanya menjadi memiliki dua sisi. Sisi positif dan negatif. Positifnya, dengan keterbatasan lahan yang ada, orang – orang menjadi lebih kreatif dan berusaha memutar otak agar lahan yang terbatas tersebut bermanfaat semaksimal mungkin. Untuk usaha apa saja agar dapat menghasilkan uang. Karena lahan kosong yang dicari banyak orang memang dijadikan untuk mencetak uang atau keuntungan lainnya.

Sisi negatifnya, terkadang sebagian orang memanfaatkan lahan seadanya yang masuk ke dalam  fasilitas umum untuk keuntungan pribadi. Tanpa ada pungutan biaya untuk pemasukan pemerintah atau sekedar jasa pakai lahan alias pajak penggunaan lahan umum.

Pemanfaatan lahan kosong yang mulai tak terkontrol ini pun berdampak negatif bagi pengguna jalan umum, karena banyak orang yang menggunakan jalan umum yang digunakan untuk lahan parkir.

Kalau sudah begini, jadi semakin tak terkendali dan tatanan kota menjadi semakin semrawut. Sedihnya lagi, tidak ada kesadaran dari para penyerobot lahan kosong itu untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan, sehingga merugikan banyak pihak.

Semoga saja sisa – sisa lahan yang belum dimanfaatkan oleh orang lain, dapat kita gunakan untuk fasilitas yang bermanfaat untuk umum, seperti mendirikan taman, lahan hijau, perpustakaan umum atau tempat – tempat yang kiranya bermanfaat bagi banyak orang.

Berikut ini artikel yang berkaitan dengan artikel yang saya tulis di atas.

Kolong FO S Parman Jadi Lahan Parkir Liar

Kolong fly over (FO) Jl S Parman, Grogolpetamburan, Jakarta Barat, ternyata tidak hanya dimanfaatkan para gelandangan dan pengemis sebagai tempat tinggal, melainkan sebagian lahan kosong di lokasi tersebut juga dijadikan lahan parkir liar. Salah satunya terlihat di depan Universitas Trisakti. Tidak diketahui secara pasti sejak kapan kolong itu menjadi lahan parkir liar, namun dari pantauan beritajakarta.com, Rabu (7/1), puluhan mobil pribadi terlihat parkir seenaknya dengan dijaga dua juru parkir.

Mamat (23) salah seorang juru parkir menuturkan, kendaraan pribadi yang parkir di kolong FO S Parman tersebut sebagian besar mobil milik mahasiswa Trisakti dan Tarumanegara. Namun, juga ada para pengunjung Mal Citraland yang juga parkir di situ. “Biasanya, bila lahan di dua universitas itu dan mal penuh mereka memarkirkan kendaraannya di sini,” kata Mamat.

Terkait lahan itu bukan tempat parkir, Mamat mengetahui, namun dia mengaku hanya ditugaskan seseorang untuk menjaga parkiran dan menarik biaya parkir Rp 5.000 per mobil. “Saya hanya disuruh mas, soal ini bukan lahan parkir itu bukan urusan saya,” ujarnya dengan nada agak tinggi. “Saya tidak tahu nama orangnya,” sambung Mamat mulai kesal saat beritajakarta.com mencoba mengorek oknum tertentu yang menugaskan Mamat dan temannya untuk menjaga lahan parkir tersebut.

Salah seorang pemilik kendaraan yang hendak ke luar dari lahan parkir mengaku terpaksa parkir di kolong FO S Parman karena lahan parkir di Universitas Trisaksi sudah penuh. “Kalau di dalam penuh, terpaksa parkir di sini,” tutur lelaki yang enggan menyebutkan nama itu.

“Kalau lahan ini dilarang parkir, pemerintah harus sediakan lahan lain dong, jangan cuma melarang,” ujarnya saat disinggung bahwa lahan kolong jembatan layang tidak diperbolehkan untuk lahan parkir.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Camat Grogolpetamburan, Zery Ronazy, mengatakan, sejauh ini pemerintah kecamatan setempat sudah mengetahui kolong FO Jl S Parman tersebut juga dijadikan lahan parkir liar. Kendati demikian, ia mengaku belum dapat mengambil tindakan penertiban. Sebab, rencana pembuatan taman di lokasi tersebut belum ada titik terang. Karena itu, selama ini hanya dilakukan pendekatan persuasif saja kepada oknum yang memanfaatkan lahan tersebut. “Lahan itu akan dibuat taman, kita sedang menunggu realisasi kerjanya, kalau ada lampu hijau dari walikota, kita akan tertibkan,” janji wakil camat.

Kolong FO untuk Ngetem

Kondisi serupa juga terlihat di kolong FO Kampungmelayu. Minimnya pengawasan dari Sudin Perhubungan Jaktim membuat kawasan tersebut kembali digunakan sebagai tempat ngetem angkutan umum. Hal ini tentunya membuat para pengendara lain mengeluh karenaruas jalan di kawasan itu kembali tersendat. Padahal sebelumnya kawasan tersebut sempat lancar setelah dilakukannya pengawasan, baik dari petugas perhubungan maupun aparat kepolisian lalu lintas. Namun kini tampaknya pengawasan tidak lagi seketat beberapa pekan lalu. Terlebih lagi dengan rusaknya badan jalan di kawasan itu yang semakin membuat sejumlah kendaraan dari arah Jatinegara menuju Cililitan maupun sebaliknya kembali tersendat.

Selain itu ruas jalan juga semakin mengecil dan semrawut, pasalnya para pengojek sepeda motor yang sebelumnya juga dipaksa untuk pindah ke dalam taman tepat di kolong FO, kini kembali memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan. Alasannya, sejak ditempatkan di dalam taman penghasilan para tukang ojek berkurang.

Para pengendara berharap kepada petugas terkait untuk lebih meningkatkan pengawasannya di lokasi tersebut. Karena jalur yang seharusnya bisa dilewati lima mobil, kini hanya mampu dilewati empat mobil saja. Ditambah lagi dengan sopir bus Kopaja yang juga sering ngetem. “Mestinya pengawasan dilakukan secara rutin oleh petugas, sehingga kawasan ini lancar terus. Dan lagi jangan cuma melakukan pengawasan saja tetapi juga dilakukan tindakan atau sanksi bagi yang mengganggu kelancaran,” keluh Guntur (33), seorang pengendara mobil pribadi di yang biasa melintas kawasan Kampungmelayu, Rabu (7/1).

Sementara itu, di kawasan UKI-Cawang Jl Mayjen Sutoyo yang juga pernah dilakukan pelarangan untuk mengangkut penumpang di pinggir jalan, kini kembali semrawut. Sejumlah bus AKAP yang beberapa pekan kemarin cukup lancar, kini kembali mengular. Akibatnya, kemacetan dari arah Jl Mayjen Sutoyo menuju Jl Raya Kebon Nanas maupun sebaliknya tak terhindarkan.

Menanggapi hal ini, Kasi Operasi Penertiban Lalu Lintas Jalan Raya, Sudin Perhubungan Jaktim, Budiono mengatakan, untuk melakukan penertiban terhadap kendaraan yang melanggar hanya bisa dilakukan terhadap angkutan umum. Sedangkan untuk kendaraan pribadi kewenangan ada di kepolisian. “Untuk segala penindakan tentunya kami kerjasama dengan aparat kepolisian jalan raya,” katanya.

Rencana penertiban memang sudah dijadwalkan pada pertengahan Pebruari 2009. Kawasan UKI-Cawang dan Kampungmelayu merupakan target operasi penertiban. “Kami juga akan menertibkan jalur busway yang kerap diserobot kendaraan pribadi dan angkutan umum,” katanya.

Sumber: /anton

Penulis: furqon

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s