Pancasila Indonesia


Pancasila

Sejarah Pancasila
————————-
Pancasila merupakan kristalisasi nilai – nilai luhur bangsa Indonesia, artinya merupakan proses pengkristalan atau pengerasan dari budaya dan nilai luhur bangsa yang telah ada. Pancasila sudah dianggap lahir sejak bangsa Indonesia ada. Sedangkan pada tanggal 1 Juni 1945 merupakan lahirnya nama Pancasila yang disampaikan oleh Ir. Soekarno. Untuk selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 1945 merupakan peresmian Pancasila sebagai dasar negara oleh sidang PPKI.

Sejarah Perumusan Pancasila
——————————-
Dalam upaya merumuskan Pancasila sebagai dasar negara yang resmi, terdapat usulan-usulan pribadi yang dikemukakan dalam Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPK, tanpa kata Indonesia karena dibentuk Tentara Jepang ke-XVI, bukan Gabungan Tentara Jepang ke-7 yang menguasai Nanpo Gun) yaitu : Lima Dasar oleh Muhammad Yamin, diragukan kesahihannya, (29 Mei 1945) dan Pancasila oleh Soekarno (1 Juni 1945)

Setelah Rumusan Pancasila diterima sebagai dasar negara secara resmi beberapa dokumen penetapannya ialah :
Rumusan Pertama : Piagam Jakarta – tanggal 22 Juni 1945
Rumusan Kedua : Pembukaan Undang-undang Dasar – tanggal 18 Agustus 1945
Rumusan Ketiga : Mukaddimah Konstitusi Republik Indonesia Serikat – tanggal 27 Desember 1949
Rumusan Keempat : Mukaddimah Undang-undang Dasar Sementara – tanggal 15 Agustus 1950
Rumusan Kelima : Rumusan Kedua yang dijiwai oleh Rumusan Pertama (merujuk Dekrit Presiden 5 Juli 1959)

Pengertian Pancasila
————————-
Kata Panca dan Sila berasal dari bahasa Sansekerta: panca berarti lima dan sila berarti prinsip atau asas. Maksudnya, Pancasila mencakup lima dasar atau asas yang menjadi dasar negara Republik Indonesia. Pancasila ini dipakai dalam buku Negara Kertagama pada jaman Keprabuan Majapahit karangan Pujangga Prapanca pada pertengahan abad XIV.

Pancasila berhubungan dengan UUD 1945, Pancasila merupakan hal yang bulat dan utuh artinya tidak terpisahkan menjadi satu rangkaian yang mengikat satu sama lain.

1. Sila Pertama : Ketuhanan Yang Maha Esa
Tercantum pada alinea ketiga kata : Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan pasal 29 UUD 1945 tentang Agama. Negara memberi jaminan sesuai dengan keyakinan dan untuk beribadat menurut agama dan kepercayaannya itu.

2. Sila Kedua : Kemanusiaan yang Adil dan Beradab
Tercantum pada alinea ke satu Pembukaan UUD 1945 kata :Perikemanusiaan dan perikeadilan.

3. Sila Ketiga : Persatuan Indonesia
Mencakup arti ideologis, politik, ekonomi, sosial, budaya dan keamanan. Tercantum pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 kata : Melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.

4. Sila Keempat : Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan
Tercantum pada alinea keempat Pembukaan UUD 1945 kata :negara yang berkedaulatan rakyat. Ini berarti Indonesia menganut demokrasi langsung atau demokrasi tidak langsung.

5. Sila Kelima : Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
Tercantum pada alinea kedua Pembukaan UUD 1945 kata : bersatu, berdaulat, adil dan makmur yang disebut juga cita – cita nasional.

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s