Perjuangan untuk Dua Ribu Tujuh Ratus Rupiah…


Kulantunkan nyanyian nan merdu dengan sahut – sahutan burung kenari…

Di ufuk timur terlihat jelas sang raja siang yang menawarkan sebuah kehangatan. Tanpa letih kususuri jalan setapak seraya menyunggingkan senyum termanisku pagi ini kepada setiap pejalan kaki yang kutemui. Sebuah awal yang menyejukkan hati…

Membawa berjuta beban demi sesuap nasi untuk hari ini. Teringat wajah riang adik kala aku membawakannya sebuah mainan dari kayu yang kubeli di pasar kayu. Teringat pula wajah ibu yang mulai berkerut tanda perjuangan hidupnya. Ku ingat pula wajah – wajah yang mengharapkan segenggam rezeki yang akan kubawa pulang nanti.

Kujajakan makanan yang kubawa dan sedikit demi sedikit recehan masuk ke dalam kresek yang kubawa. Aku tersenyum kecil dan mulai membayangkan betapa bahagianya keluargaku nanti…

Tak dinyana semua diluar dugaanku…

Betapa derasnya darah ini mengalir dan terus mengalir…

Hingga ragaku terasa dingin dan menggigil. Sebuah sinar terus terpajang di depan mata. Yang kuingat hanya suara klakson dan bunyi rem mendadak yang melemparkan tubuh mungil ini hingga…

Ahhh…

Kulupa akan satu ceritanya, cerita dimana aku menjadi pemeran utamanya…

Tolong beri aku selimut…

Selimut yang dapat meredam dinginnya hawa ini…

Tolong beritahu keluargaku bahwa aku mencintai mereka semua…

Hanya ini yang kubawa pulang…

dua ribu tujuh ratus rupiah…

Sungguh…

Aku tak sanggup lagi…

Terasakan olehku layangan yang begitu ringan dan aku terus terbang dengan bantuan…

Tetap digenggaman…

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s