Menjaga Amanah (2)


Assalamu’alaikum …

Menyambung postingan kemarin niy …

Kalo kemarin Amanah sebagai Kematangan Spiritual, maka kita akan lanjut lagi ke … tafadhol … hehehe … silakan di baca sendiri … ^_^

Amanah sebagai Kematangan Emosional

Amanah ini berhubungan dengan sesama manusia. Seperti yang kita ketahui bahwa manusia adalah makhluk sosial yang selalu membutuhkan pertolongan orang lain sehingga nilai yang diperankan seseorang dalam jalinan sosial pun harus dipertanggung-jawabkan.

Hal ini sebenarnya tidak terpisah dari garis ketuhanan, karena Allah SWT telah menetapkan prinsip-prinsip dasar kehidupan sosial. Inilah latar belakang adanya peraturan perundang-undangan, tata tertib baik yang tertulis maupun tidak tertulis. Dengan adanya hal tersebut di atas, kita selaku manusia membina hidup untuk meraih kebahagiaan bersama, sesuai dengan posisi dan tanggung jawab masing-masing. Betu ‘kan 4antum ??? hehehe …

(Jangan hanya meminta kebahagian tapi melupakan tanggung jawab lho … hihihihi …) ^_^

Oleh karenanya, bersikap amanah dan adil merupakan dua hal yang oleh Islam sangat ditekankan. (Islam gitu lho … komplit tenan … hehehe …)

Allah berfirman :

“Sesungguhnya Allah SWT menyuruh kamu menyampaikan amanah-amanah kepada yang berhak menerimanya dan (menyuruh) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah SWT memberikan pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

(QS. An Nisa : 58)

Nah … ini dia pertanyaan dari antum semua yang masuk ke redaksi 4antum … hehehe … ^_^

Bagaimana Membentuk Pribadi yang Amanah ?

(Mungkin, ane pun belum sepenuhnya bisa menjaga amanah, tapi ane dan insya allah antum pun akan belajar bersama untuk menjadi makhluk yang bisa menjaga amanah … setujukah … ??) ^_^

Membentuk Pribadi yang Amanah

Jangan selalu menyalahkan syaitan bila kita melakukan maksiat, tetapi memang ada peran syaitan dalam menjerumuskan manusia sampai akhir dunia. Oleh karenanya tidak ada jalan lain untuk menumbuhkan jiwa yang amanah kepada diri selain memupuk kesadaran mengenai :

  1. Keberadaan Tuhan Yang Maha Esa
  2. Eksistensi Diri
  3. Eksistensi sebagai Makhluk Sosial

Endingnya … (cieee …)

Kombinasi kematangan spiritual, kecerdasan intelektual dan kedewasaan atau tanggung jawab sosial tadi akan menyingkirkan godaan dan menjaga manusia pada jalur yang benar.

Contoh :

Rasulullah SAW yang memiliki kesempurnaan akhlak dimana beliau begitu amanah.  Karena sifatnya itu, Rasulullah SAW dipercaya oleh semua pihak sehingga dakwah yang diembannya pun pada akhirnya berjalan efektif.

“Sesungguhnya orang yang paling baik kamu ambil untuk bekerja (pada kita) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.”

(QS. Al Qashsash : 26)

Wallahu A’lam Bishashawab

^_^

About these ads

12 thoughts on “Menjaga Amanah (2)

  1. menjaga amanah sangat di butuhkan oleh umat saat ini…demi tercapinya suatu kepercayaan dan kerukunan sesama umat islam

    ane mohon ijin share ke temen ane boleh….?

  2. Manusia seyogyanya takut yah memegang amanah… tetapi fenomena yagn kita lihat justru kebalikannya… orang-orang justru berebut ingin memegang amanah… khususnya dalam kancah politik nasional :D

    • ^_^

      Yuph … itulah kenapa ane posting artikel ini …

      semoga semua yang masih berminat untuk memegang suatu amanah, semoga tetep istiqamah dan mengemban amanah dengan penuh rasa tanggung jawab demi kemaslahatan bersama …

      ^_^

      setujukah … ??? hehehe … afwan …

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s