Belajar Ilmu Psikologi


Assalamu’alaikum …

Subhanallah, syukron atas kepercayaan antum kepada 4antum … banyaknya email yang masuk dan meminta ane mengupas sedikit tentang Ilmu Psikologi membuat ane merasa ada tanggung jawab untuk itu. Berikut ini ane posting untuk antum yang merasa request … semoga bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai referensi tugas anda … ^_^

P S I K O L O G I

Psikologi adalah ilmu yang mempelajari seluk beluk kehidupan kejiwaan manusia, yang didalamnya terdapat karakter, sikap, sifat dan mental seseorang. Psikologi sudah mulai berkembang sejak abad 17 dan 18 serta nampak filsafat sebagaimana ilmu – ilmu lainnya, seperti ilmu hukum tatanegara maupun ilmu ekonomi, namun kemudian memisahkan diri dan berdiri sebagai ilmu tersendiri.

Semua bidang ilmu bersumber pada Tuhan Yang Maha Esa Sang pencipta langit, bumi dan alam semesta ini. Oleh sebab itu, Tuhan adalah sumber segala ilmu pengetahuan. Yang terlahir pertama kali adalah filsafat, yang membahas hakekat segala sesuatu. Dari filsafat inilah lahir berbagai macam cabang ilmu pengetahuan. Oleh karena itu dalam semua ilmu – ilmu yang telah memisahkan diri dari filsafat itu akan dijumpai tokoh – tokoh filsafat kuno, seperti : Socrates, Plato dan Aristoteles yang ikut mengembangkan pikiran dan penemuannya dalam ilmu – ilmu tersebut. Proses pemisahan dari ilmu – ilmu tersebut ada yang sudah lama sekali, tetapi ada pula yang baru terjadi pada abad – abad terakhir ini.

Menurut asal katanya, psikologi berasal dari kata Yunani : Psyche yang berarti jiwa dan Logos yang berarti ilmu. Jadi secara harfiah psikologi berarti ilmu jiwa.

Psikologi yang berusaha mempelajari jiwa ternyata mendapat banyak kesulitan karena obyek penyelidikannya adalah abstrak (tidak dapat diselidiki secara langsung), tetapi diselidiki melalui manifestasi tingkah laku atau perbuatan. Sampai sekarang tokoh – tokoh psikologi belum dapat menemukan bagaimana bentuknya jiwa, karena jiwa tidak dapat dilihat secara langsungtidak seperti halnya kita mempelajari ilmu – ilmu hayat yang dapat dilihat bentuk obyeknya dapat diperiksa di laboratorium dengan preparat – preparatnya di bawah microscope dan sebagainya. Dapat dimisalkan bila kita mempelajari tentang angin, obyeknya sendiri secara langsung tidak dapat dilihat namun dari keaktifan – keaktifannya bila ada daun yang bergerak atau debu beterbangan, maka ia jelas ada seperti itu pulalah bila kita mempelajari jiwa. Banyak sarjana memberi definisnya sendiri yang disesuaikan dengan minat dan alirannya masing – masing. Sebelum psikologi berdiri sendiri sebagai ilmu pengetahuan pada tahun 1879, spikologi (atau tepatnya gejala – gejala kejiwaan) dipelajari oleh filsafat dan ilmu faal. Filsafat sudah mempelajari gejala – gejala kejiwaan sejak 500 atau 600 tahun sebelum Masehi, yaitu melalui filsuf – filsuf Yunani kuno, seperti Socrates (469 – 399 SM), Plato (427 – 347 SM) dan Aristoteles (384 – 322 SM).

Garden Murphy :

“Psikologi adalah ilmu yang mempelajari respon yang diberikan oleh makhluk hidup terhadap lingkungannya.”

Sarlito Wirawan Sarwono :

“Psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tingkah laku manusia dalam hubungan dengan lingkungannya.”

Mengacu pada definisi – definis di atas, Sarlito (1976 : 5 – 6) mencoba memilah definisi – definisi di atas menjadi beberapa unsur, yaitu :

Ilmu Pengetahuan, yaitu suatu kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis dan mempunyai metode – metode tertentu. Sebenarnya, psikologi di samping merupakan ilmu, juga merupakan “seni”, karena pengalamannya dalam berbagai segi kehidupan manusia, diperlukan keterampilan dan kreatifitas tersendiri.

Tingkah Laku atau Perbuatan, mempunyai arti yang lebih konkrit daripada “Jiwa”. Karena lebih konkrit, maka tingkah laku, lebih mudah dipelajari daripada jiwa dan melalui tingkah laku kita dapat mengenal seseorang.

Manusia, makin lama obyek materiil psikologi makin mengarah kepada manusia oleh karena manusialah yang paling berkepentingan dalam ilmu ini. Manusia paling membutuhkan ilmu ini dalam berbagai segi kehidupannya, di sekolah, di kantor, di rumah tangga, dan sebagainya. Hewan masih menjadi obyek studi psikologi, tetapi hanya sebagai perbandingan saja atau untuk mencari fungsi – fungsi psikologis yang paling sederhana yang sudah sukar dipelajari pada manusia karena struktur psikologis manusia sudah terlalu berbelit – belit.

Lingkungan, yaitu tempat dimana manusia itu hidup, menyesuaikan dirinya (beradaptasi) dan mengembangkan dirinya. Berbeda dnegan makhluk – makhluk lainnya di dunia ini, manusia tdiak diciptakan berbulu tebal untuk melawan udara dingin, ia tidak bertaring kuat untuk melawan mangsanya, ia pun tidak dapat berlari cepat untuk menghindar dari musuh – musuhnya. Tetapi, manusia mempunyai alat yang sangat tangguh yang menyebabkan ia dapat bertahan hidup di dunia ini. Alat itu adalah akal budi. Dengan akal budi manusia dapat menyusun simbol – simbol yang berupa bahasa, kesenian, ilmu pengetahuan, agama, dan sebagainya. Dengan simbol – simbol itulah manusia menguasai dunianya, baik alam fisiknya (sungai, gunung, udara, dan lain – lain) maupun alam sosialnya (orang lain di sekitarnya – ingat manusia juga adalah makhluk sosial). Dengan menggunakan ilmu pengetahuan manusia dapat membangun gedung – gedung pencakar langit atau roket ke bulan dan dengan menggunakan bahasa manusia dapat saling berhubungan dan saling mengerti satu sama lain. Pendek kata manusia adalah makhluk simbolis (Man is an animal symbolicum), demikian menurut seorang sarjana bernama E. Cassirer.

Fungsi Psikologi bagi Dunia Pendidikan dan Pengajaran

Salah satu pendukung atau komponen pendidikan adalah subyek pendidikan yaitu yang melakukan proses pendidikan. Proses pendidikan dapat terjadi di rumah maupun di masyarakat sedang di sekolah dapat terjadi proses pendidikan di samping proses pengajaran.

Bagi pendidikan pengetahuan tentang psikologi yang dimiliki akan membantu dalam menghadapi anak didiknya. Bahwa pada anak didik ada keaktifan – keaktifan jiwa yang dapat diperhalus atau diperkuat melalui pendidikan atau latihan. Dengan menyediakan alat – alat bermain bagi         anak – anak yang belum masuk sekolah, berarti memberi kesempatan bagi pertumbuhan jiwa anak, seperti ingatan, fantasi, berpikir, dan sebagainya.

Dari psikologi, pendidikan dapat mengetahui bahwa masa peka untuk batas pada anak – anak terjadi di sekitar umur 3 – 4 tahun, sedang untuk belajar berhitung terjadi di sekitar umur 5 – 6 tahun, sehingga pada umur – umur tersebut pendidikan di rumah dapat memberikan latihan pendahuluan sebelum ia masuk sekolah. Dengan mempelajari psikologi pendidikan dapat mengetahui betapa butuhnya anak diberikan pendidikan kehendak (motivenculture) agar anak berbuat menurut norma – norma yang ada, bahwa dalam pelaksanaan tersebut pendidik dapat mempergunakan alat – alat kebiasaan dan siasat, hukuman dan ganjaran dalam batas – batas waktu tertentu. Melalui psikologi pendidik dapat mengetahui bahwa jiwa anak berbeda dengan jiwa orang dewasa, bahwa dalam pertumbuhan menuju ke tingkat dewasa anak melampaui periode pertumbuhan yang memiliki ciri – ciri tersendiri, sehingga dalam menghadapi anak pada setiap periode harus ada penyesuaian dengan ciri – ciri sifat yang ada. Dengan dimilikinya pengetahuan tentang jiwa, maka dapat dihindarkan sebanyak mungkin kesalahan – kesalahan pendidikan, sehingga dapat memberikan motivasi bagi pertumbuhan anak ke tingkat dewasa.

Sebelumnya, ane mau mengucapkan selamat buat semua pengajar yang berhasil dipanggil untuk sertifikasi. Semoga materi ini dapat bermanfaat ya untuk bahas RPP – nya … ^_^

Sering – sering mampir ya ke 4antum … hehehe …

About these ads

9 gagasan untuk “Belajar Ilmu Psikologi

  1. info yg penting nih…
    ” Dari psikologi, pendidikan dapat mengetahui bahwa masa peka untuk batas pada anak – anak terjadi di sekitar umur 3 – 4 tahun, sedang untuk belajar berhitung terjadi di sekitar umur 5 – 6 tahun, sehingga pada umur – umur tersebut pendidikan di rumah dapat memberikan latihan pendahuluan sebelum ia masuk sekolah..”

    • yuphz …

      ada masa yang dinamakan dengan golden age, kang … dimana di masa tersebut anak begitu peka dan tergolong ke dalam individu yang menjadi perekam paling baik.

      Apa yang ia dengar mampu ia rekam sesuai dengan tahap perkembangan otaknya … ^_^

    • ^_^

      assalamu’alaikum …

      salam kenal Abula …

      Hmm … ane rasa untuk belajar apapun itu, kita membutuhkan proses … sama halnya untuk menguasai ilmu psikologi …

      intinya dari pengalaman (pengalaman itu guru terbaik lho …)

Silakan meninggalkan jejakmu di sini ... ^_^

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s